Ternyata Tuban Rawan Bencana

oleh -287 views
PERIKSA ALAT : Bupati dan Kapolres saat Memeriksa Alat Penanggulangan Bencana

TUBAN – Kabupaten Tuban ternyata daerah yang rawan bencana. Bupati Tuban Fathul Huda menyatakan, berdasarkan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2013, Bumi Wali memiliki potensi ancaman bencana yang cukup besar dengan skor 175.

‘’Bahkan Kabupaten Tuban menempati urutan 145 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia yang rawan resiko bencana,’’ ungkap  bupati saat apel kesiapsiagaan pelanggulangan bencana di Alun-Alun Koita Tuban Jumat (24/11).

Karena itu, kata  bupati,seluruh pihak harus bergerak. Seluruh penduduk, instansi terkait, termasuk dunia usaha untuk menjadikan kejadian bencana yang pernah terjadi sebagai pelajaran dan bahan evaluasi. Sehingga resiko terjadinya bencana dapat diminimalisir bahkan dapat dihilangkan dikemudian lagi.

‘’Upaya yang dapat ditempuh untuk mengurangi dampak resiko bencana melalui mitigasi bencana, baik secara struktural maupun non-struktural dengan tujuan untuk menentukan indikator dalam meminimalisir dampak resiko bencana,’’ tambahnya.

Hanya, sampai saat ini, lanjut dia, masyarakat menganggap bahwa penanggulangan bencana hanya saat terjadi bencana,padahal tidak seperti itu. Upaya penanggulangan bencana merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan mulai dari tahap sebelum, saat terjadi, dan setelah terjadinya bencana. ‘’Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana terdapat tiga tahap penyelenggaraan penanggulangan bencana yaitu, pra bencana, saat tanggap bencana, dan pasca bencana,’’ katanya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulanggan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Joko Ludiyono mengatakan, apel itu bertujuan untuk menumbuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana secara terpadu di Kabupaten Tuban.

‘’Juga berdasarkan surat edaran dari Kepala BMKG Stasiun Meterologi klas 1 Juanda Surabaya yang memperkirakan kondisi cuaca di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban memasuki musim penghujan sehingga diperlukan koordinasi sejak dini,” jelasnya.(rizqi)