7 Tahun Pimpin Bumi Wali, Huda-Noor Borong Anugerah Adipura Sebanyak 7 Kali

oleh -88 views
Bupati Tuban, H Fathul Huda menerima anugerah adipura dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Memasuki Tahun 2019, Kabupaten Tuban kembali mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat nasional berupa Anugerah Adipura 2018. Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kepada Bupati Tuban, H Fathul Huda di Auditorium Manggala Wanabakti, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019)

Wakil Presiden RI dalam sambutannya memberikan, apresiasi dalam penyelenggaraan Anugerah Adipura Tahun 2018. Walaupun diserahkan lebih lambat dari seharusnya tetapi secara kualitas Anugerah Adipura mengalami peningkatan. Diharapkan, dengan dirainya Adipura semakin memacu gubernur, bupati dan wali kota untuk dapat menerapkan prinsip lingkungan bersih dan nyaman.

“Selain itu, meningkatkan kesadaran kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya hidup bersih tersebut,” ujarnya.

Disisi lain, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyatakan, Adipura merupakan penghargaan prestisius sektor lingkungan dari KLHK bagi daerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia yang setiap tahun mengalami peningkatan dalam penilaiannya.
Banyak daerah yang dulu mendapatkan Adipura dan tahun ini gagal meraih Kembali.

“Ya karena ada yang tidak dapat mencukupi persyaratan dalam penilaian terutama dalam hal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala DLH Kabupaten Tuban, Bambang Irawan mengatakan, diraihnya Adipura bagi Kabupaten Tuban adalah setelah terpenuhinya nilai titik pantau. Mulai dari sarana prasarana pengelolaan sampah, TPST, TPA berkelanjutan, pengelolaan kebersihan dan penghijauan pasar, terminal, kebersihan saluran terbuka, kebersihan jalan dan drainase kota, pengelolaan taman kota, hutan kota. Selain itu, ada pula peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mereduksi sampah melalui pengelolaan bank sampah induk maupun unit.

“Namun, untuk penilaian Adipura tahun 2018 ini, KLHK telah meningkatkan standar penilaian. Yakni, adanya komitmen kepala daerah untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dalam Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) pengelolaan sampah,” bebernya.

Dokumen jakstrada adalah turunan dari Perpres 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah yang memuat strategi target pengurangan sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen pada tahun 2025. Sehingga diharapkan 100 persen sampah terkelola dengan baik.

“Dan untuk kabupaten Tuban telah membuat Jakstrada yang tertuang dalam Peraturan Bupati Tuban Nomor 58 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah yang telah ditetapkan pada tanggal 16 Oktober 2018 yang lalu,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Bambang Irawan, pada Agustus 2018, DLH bekerjasama dengan Laboratorium Sampah ITS Surabaya melakukan survei timbulan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di Kabupaten Tuban. Hasilnya timbulan sampah sekitar 0,42 kilogram orang per hari. Diperkirakan jumlah timbulan sampah di kabupaten tuban mencapai kurang lebih 488 ton perhari. Adapun penanganan sampah di Kabupaten Tuban mencakup pengangkutan dan juga pemrosesan akhir di TPA.

“Saat ini sampah di TPA dapat tertangani sekitar 40-50 ton perhari, Untuk daerah perkotaan sudah tertangani hampir 100 persen. Tetapi yang ada di desa masih terdapat kekurangan,” terangnya.

Penanganan sampah di Kabupaten Tuban juga tidak terlepas dari hasil kerja keras Satuan Tugas Pembersih Kota (SATBERKOTA) dibawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban melalui Inovasinya “Bumi Waliku Bersih Indah dan Nyaman (Buwah Iman)”.

Menurut Kepala Dinas PRKP Tuban, Sudarmaji, melalui “Buwah Iman” tersebut telah diimplementasikan dengan beberapa hal. Diataranya, revitalisasi manajemen pasukan pembersih yang dulu dikenal dengan nama pasukan kuning, biru dan hijau menjadi SATBERKOTA yang terdiri dari beberapa unit antara lain UPJ (Unit Penyapu Jalan), UTM (Unit Taman), URC (Unit Reaksi Cepat), ULJ (Unit Lampu Jalan), UPP (Unit Penebangan Pohon), USA (Unit Saluran Air), UPT (Unit Penyedot Tinja) dan UJK (Unit Justisi Kebersihan). Tim tersebut guna memastikan dan mempercepat pembersihan kota dan sekitarnya dari timbulan sampah.

“Dinas PRKP melaksanakan operasi setiap saat melalui Operasi Peduli Darurat Sampah (SIPEDAS) oleh tim URC dan pembentukan tim operasi justisi kebersihan tim UJK,” kata Sudarmadji.

Terpisah, Bupati Tuban, H. Fathul Huda setelah menerima Penghargaan Adipura untuk ketujuh kali mengungkapkan, rasa syukur dan terima kasihnya kepada DLH, PRKP dan semua OPD serta stakeholder terkait yang telah bekerja keras mewujudkan Tuban menjadi bersih dan indah. Mewujudkan lingkungan yang bersih dan indah tersebut tentu tidak mudah, sehingga perlu dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

“Saya juga berterima kasih atas dukungan segenap masyarakat Tuban dalam menjaga kebersihan lingkungannya, sehingga Adipura kembali dapat kita raih,” ujar Bupati.

Bupati mengharapkan, capaian ini harus dapat dipertahankan dan atau ditingkatkan ditahun mendatang. Bukan karena penghargaannya, tapi bagaimana semua dapat membudayakan dan menanamkan kesadaran serta pola hidup bersih.

“Pola hidup bersih terutama dalam kehidupan kita sehari-hari,” pesannya.(Lam/Wn)

Link Banner