Alat Peringatan Dini Banjir Dipasang

oleh -238 views

TUBAN – Bencana banjir masih menjadi momok warga di bantaran Sungai Bengawan Solo. Sebab, datangnya air bah tak bisa diprediksi. Sering tiba-tiba air datang dan langsung menggenangi permukiman warga.

Idealnya memang ada pengawas yang siaga untuk memantau ketinggian air sungai Bengawan Solo. Karena banjir yang melanda Tuban sering disebabkan oleh luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Hanya, sulit untuk terus mengawasi ketinggian air selama 24 jam.

Namun sekarang tak perlu risau. Karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban sudah memasang alat peringatan dini atau early warning system. Alat itu dipasang di bantaran sungai Bengawan Solo. Alat ini terhubung dengan sistem di aplikasi handphone android milik petugas BPBD. Sehingga kondisi Bengawan Solo setiap saat bisa dipantau langsung.

‘’Alhamdulillah dalam percobaan alat peringatan dini yang terpasang di bantaran Bengawan Solo berhasil  dilihat dengan hape via android,’’ ujar  Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono.

Dia mengatakan, dengan alat itu BPBD bisa langsung tahu ketinggian muka air sungai Bengawan Solo. Apakah sudah masuk kondisi siaga hijau, kuning atau merah. Karena masing-masing siaga tindakan penanganannya berbeda.

‘’Jadi ketika muka air sungai mulai tinggi kita tahu, sehingga tindakan kita tepat dan cepat,’’ tambahnya.

Sementara, alat peringatan dini itu dipasang di dua tempat. Yakni di Desa Menilo, Kecamatan Soko yang berfungsi memantau sungai Bengawan Solo. Dan dipasang di Desa Kedungjambangan Kecamatan Bangilan untuk memantau ketinggian air sungai Kali Kening yang juga sering meluap menyebabkan banjir.

‘’Sementara disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan, jadi dipasang di dua titik dulu,’’ katanya.(rizqi)