Bangsa Terancam Perpecahan,STITMA Tawarkan Solusi

oleh -51 views
TAWARKAN SOLUSI: Bedah Buku Fiqih Kebangsaan di STITMA Menawarkan Solusi di Tengah Ancaman Perpecahan

Wartawan: M.Salam

Tabloidnusa.com – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim 9STITMA) Tuban berusaha menawarkan solusi atas ancaman perpecahan di negeri ini. Perpecahan akibat imbas pertarungan politik itu sangat terasa.

Perpecahan sudah mulai terlihat di tengah masyarakat. Perhelatan pilpres diwarnai saling serang, saling ejek dan saling menjatuhkan antarpendukung pasangan calon. Kondisi itu tidak sehat kalau terus dikembangkan. Buku Fiqih Kebangsaan menjadi alternative bacaan tepat, terkait dengan masalah isu kebangsaan tersebut.

‘’Atmosfer keilmuwan harus terus digalakan kembali di kampus. Apalagi buku ini cukup menarik dibahas dan didiskusikan dalam even politik hari ini,’’ ujar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Akhmad Zaini Sabtu (23/2/2019).

Zaini mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) STITMA yang dikemas dalam bedah buku fiqih dengan tema “Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan” yang melibatkan mahasiswa STITMA dari program Madin.

“Saya sangat senang, hal seperti ini bisa terus dilakukan. Adanya perbedaan pilihan tidak boleh menjadikan perpecahan dalam persaudaraan anak bangsa. Perbedaaan dalam sebuah pilihan merupakan hal yang wajar, yang sangat disesalkan adalah hilangnya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan itu,” tambah Akhmad Zaini.

Sementara Ketua LP3M STITMA, Jamal Ghofir mengatakan, bedah buku, seminar dan kegiatan lainnya, selanjutnya akan rutin dilakukan untuk menunjang mahasiswa STITMA lebih aktif dan inovatif. Sebab, kalau hanya mengandalkan diskusi dalam kelas, itu hanya mendapatkan penilaian makalah saja.

“Kalau dulu yang datang hanya 10-15 peserta, dan pada formulasi baru ini banyak yang bisa diambil manafaatnya bagi mahasiswa untuk mengikuti forum seminar,’’ kata dia.

Jamal menambahkan, digelarnya kegiatan itu karena rasa keprihatinan mengenai kondisi bangsa saat ini. Anak-anak bangsa sudah mengalami kemerosotan dalam memperteguh persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Bedah buku menghadirkan penulisnya langsung Ahmad Muntaha, sekaligus sebagai Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jatim. Juga  Misbahul Munir, M.Pd, sosen STITMA Tuban serta moderator Yudi Ariyanto juga dosen STITMA.

Bedah buku  diikuti seratus peserta dari berbagai kalangan baik mahasiswa STITMA sendiri undangan dari berbagai perguruan tinggi di Tuban, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). (lam/yon)

 

Link Banner