Banyak Peluang di Media Siber

oleh -180 views
BAHAS MEDIA SIBER : Workshop Peluang Media Siber Berlangsung Gayeng

*hati-hati bermedia sosial

 BOJONEGORO – Banyak peluang yang bisa diambil dari dunia siber. Media online attau media siber yang menjamur, bisa menjadi ladang bisnis yang menghasilkan, asal cerdas mengelola dan pintar merebut peluang.

Hal itu disampaikan Budi Poernomo Kariyodiharjo praktisi media siber asal Jakarta  saat menjadi salah satu narasumber dalam workshop ‘Menangkap Peluang Bisnis di Era Global’ di Bojonegoro Selasa (5/12). Acara tersebut merupakan rangkaian roadshow Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur.

Dia mengatakan, banyak potensi dan peluang yang bisa digarap di media siber. Karena hampir seluruh warga punya gadget atau handphone yang bisa mengakses internet. Hal itu bisa dimanfaatkan pelaku usaha apapun untuk promosi dengan menawarkan produksinya.

‘’Kerjasama saja dengan grup-grup media sosial, maka dalam waktu singkat ribuan, bahkan jutaan orang akan tahu dan melihat produksi kita saat dishare,’’ katanya.

Namun, ada etika yang harus dipakai dalam bermedia siber. Semua tak lepas dari aturan, sehingga tak bisa sembarangan.

‘’Harus bertanggungjawab dalam produknya dan informasinya,’’ kata dia.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Akhmad Munir mengatakan, kemajuan teknologi membuat media online menjamur. Media sosial (medsos) bahkan terkadang lebih cepat menyampaikan informasi dibanding media mainstream. Namun, hal itu bisa membuat masyarakat bingung dengan banyaknya informasi yang masuk. Tak sedikit informasi yang disebarkan adalah bohong (hoaxs). ‘’Jangan sekadar membagikan informasi, yang belum tentu benar,’’ ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati menerima informasi. Harus dicek kebenarannya. Penulis di media sosial, maupun media online tidak bisa disebut wartawan. Dan karya tulisannya tidak bisa disebut sebagai karya jurnalistik. ‘’Karena untuk disebut wartawan dengan karya jurnalistik ada syarat yang harus dipenuhi,’’ terangnya.

Kepala LKBN Antara Jawa Timur itu mengatakan PWI mempunyai tanggungjawab untuk mendidik atau memberi pengertian masyarakat tentang hal ini. Juga mengajak pada pengelola media online untuk mengikuti aturan main yang ada. ‘’Karena ini penting, agar produk kita bisa dipertanggungjawabkan,’’ tegasnya.

Sedang ketua SMSI Jawa Timur Eko Pamuji, mengatakan gairah untuk bermedia online sangat tinggi. Dia menyebut sekarang ada sekitar 43 ribu media siber atau media online. Namun, sebagian besar tidak punya badan hukum, sehingga legalitasnya diragukan. Karena itu, PWI kemudian memfasilitasi terbentuknya SMSI yang tujuannya untuk mengarahkan media siber menjadi media yang bertanggungjawab dan legal.

Kegiatan itu diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari anggota PWI zoba Bojonegoro, Lamongan dan Tuban serta mahasiswa, pegiat media sosial, pelaku bisnis, organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan pemerintah. Acara di gedung Maharani Bojonegoro. (rizqi)