Berjamaah Mengepung Narkoba dan Miras

oleh -154 views
Sri Wiyono,S.Ag, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban

 

Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kabupaten Tuban membuat miris dan mengelus dada. Betapa tidak, dari kasus yang bisa terungkap dan ditangkap tersangkanya saja begitu banyak. Data dari Polres Tuban menyebutkan, kasus nakorba yang ditangani terus bertambah, setidaknya sejak 2014. Tahun 2014 sebanyak 40 kasus dengan 43 tersangka. Jumlah itu bertambah pada 2015 menjadi 62 kasus dengan 70 tersangka. Sedang, tahun 2016 ini, mulai Januari sampai Juli saja sudah 58 kasus yang diungkap polisi. Dari kasus itu, ada 64 tersangka yang diamankan. Barang buktinya juga banyak. Untuk narkoba jenis shabu diamankan 12,76 gram. Sedangkan obat-obatan terlarang bisa diamankan sebanyak 16.868 butir pil Carnophen dan 252 butir obat dobel LL. Selain itu juga uang tunai, mobil, motor dan handphone yang digunakan sebagai sarana.

Jumlah itu adalah barang yang berhasil disita, artinya barang tersebut gagal disebarkan atau dijual. Bagaimana dengan barang yang sudah tersebar ? Diyakini jumlahnya lebih banyak lagi. Sebab, kasus narkoba ibarat gunung es di tengah lautan. Artinya yang nampak hanya permukaannya saja, pucuknya saja. Sementara yang di bawah yang lebih besar dan bahaya masih tidak kelihatan.

Begitu pula dengan kasus narkoba ini, tersangka yang ditangkap diyakini hanya sebagian kecil saja yang terungkap, karena jaringan yang besar, barang yang lebih banyak juga akan terus menyebar, dan semua itu mengancam kelangsungan hidup generasi muda kita.

Sesuai data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pengguna narkoba di Indonesia saat ini tercatat sekitar 5 juta orang. Sedangkan data lebih banyak dirilis Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) yang merilis pengguna narkoba di negeri ini sebanyak 6 juta orang. Dan, sebagian dari pengguna itu ada di Tuban, kabupaten yang menahbiskan diri sebagai Bumi Wali.

Selain narkoba, Tuban juga dikenal dengan araknya. Minuman keras(miras) tradisional ini juga masih begitu sulit dihilangkan. Meski aparat dari Satpol PP dan polisi berkali-kali menggerebek dan mengamankan pemilik pabriknya. Bahkan, juga menghukum berat. Namun, tetap saja arak masih berseliweran. Pada Januari sampai Juli 1.563 liter arak diamankan. Arak ini gagal beredar di pasaran. Namun, sama dengan narkoba, diyakini yang beredar masih jauh lebih banyak.

Apa langkah kita sebagai warga masyarakat, warga yang mengaku beragama melihat semua itu. Banyak kalangan yang prihatin, dan menyayangkan. Sehingga, mereka mendukung langkah tegas aparat. Ada juga lembaga yang secara berani menyatakan perang dengan narkoba dan miras. Juga ada lembaga yang secara massif terus mengkampanyekan bahwa nakorba itu jahat. Narkoba itu merusak masa depan dan sebab negatif lainnya.

Namun, jika gerakan tersebut dilakukan sporadis, secara kelompok per kelompok dan tidak massif, maka narkoba dan miras itu akan sulit dibendung. Memang sudah sunatullah, bahwa di samping kebaikan pasti ada keburukan. Ibarat sebaik-baiknya rumah, sebersih-bersihnya rumah, sesuci-sucinya tempat ibadah misalnya, pasti ada toiletnya, pasti ada jambannya. Sehingga, meminjam kata-kata seorang kawan yang getol kampanye antinarkoba, bahwa sampai kiamat pun narkoba, miras dan kejahatan tidak akan hilang dari muka bumi.

Apakah kita menyerah ? Tentu tidak. Karena kebaikan harus terus dikabarkan, kebaikan harus terus digelorakan. Sehingga, kejahatan akan terpinggirkan. Namun, upaya itu harus dilakukan secara bersama-sama,  harus dilakukan berjamaah. Tak peduli agama, golongan, asal organisasi, kasta, dari golongan ekonomi apa atau bagaimana. Ketika kita punya semangat yang sama, punya cita-cita yang sama, maka mari berjamaah mengepung narkoba dan miras. Agar kedua barang haram itu malu berada di Bumi Wali dan menyingkir.

Para pejabat di Bumi Wali sudah punya komitmen itu, tokoh masyarakat juga punya harapan yang sama. Sebagian pemuda juga punya semangat luar biasa untuk membebaskan kawan-kawannya dari ancaman dan cengkeraman narkoba dan miras.

Maka jamaah ini akan menjadi kekuatan yang besar untuk menggempur narkoba dan miras di Bumi Wali. Kapolres, Bupati, dan tokoh-tokoh agama juga punya semangat dan komitmen sama. Mari kita satukan langkah, dan rapatkan barisan demi tujuan dan cita-cita luhur bersama. Mari berjamaah mengepung narkoba dan miras.(*)