Cah Sugihwaras Siap Noto Tuban

oleh -36 views
MENDAFTAR: Agus Maimun Mengembalikan Berkas dan Resmi Mendaftar Bacabup Lewat PDIP

Wartawan: Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Mas Maimun lahir, tumbuh besar dan menjalani hidup di Tuban. Hal itu menjadikan pria bernama asli Agus Maimun itu memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan masyarakat Tuban.

Hal itulah yang melatarbelakangi Mas Maimun ikut dalam proses penjaringan bakal calon bupati (bacabup) Tuban lewat  PDI Perjuangan. Berkas pendaftaran telah dikembalikan, Sabtu, (14/9/2019).

“Saya asli Tuban dan anak seorang petani sederhana. Jadi insyaallah saya bisa turut merasakan setiap kecemasan sekaligus harapan yang tersimpan dalam benak masyarakat Tuban,” ujar Mas Maimun, SE.,M.H.P.

Pria yang lahir di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu – Tuban itu maju sebagai kandidat dalam pilkada dimaknai sebagai proses dari panggilan sejarah.

“Saat ini semua orang punya kesempatan sama. Saya yang punya ikatan kuat dengan Tuban rasanya tak elok jika melewatkan begitu saja kesempatan ini,’’ tambahnya.

Kesempatan yang membuka peluang untuk turut ambil bagian dalam menghadirkan kebaikan-kebaikan di Tuban itulah yang dia ambil.

‘’Ini untuk meneguhkan kembali harapan-harapan masyarakat Tuban agar lebih sejahtera,” kata Ketua Karang Taruna Jawa Timur ini.

Dua periode menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Timur menjadikan Mas Maimun begitu memahami seluk beluk Tuban.

Bukan hanya peta demografis semata, tetapi juga peta kekuatan, harapan dan kecemasan di benak masyarakat Tuban.

“Kontestasi di pilkada juga harus dimaknai sebagai kontes adu manis. Yakni menyodorkan dan adu program yang benar-benar mampu merawat kekayaan kolektif Tuban. Juga benar-benar bisa menghadirkan kebaikan-kebaikan bagi masyarakat,” urai alumni SMA Negeri 2 Tuban sekaligus Ketua Ikasmada Tuban ini.

Mas Maimun mengungkapkan bahwa sebenarnya yang diinginkan oleh sebagian besar masyarakat Tuban tidak muluk-muluk.

“Warga hanya ingin suara dan keluhannya didengar. Ingin merasakan kehadiran pemangku kepentingan dalam menghadapi persoalan bersama. Juga memiliki pelindung-pelindung yang responsif melayani,” paparnya.

Hal itu, lanjut dia,  hanya bisa dilakukan oleh pemimpin dengan karakter bersahaja yang bisa duduk bersama rakyat,

Bisa menciptakan kehangatan dan kedekatan dengan warga dan mampu menyelami perasaan setiap warga. Merangkum semua perbedaan ke dalam satu gagasan yang menggerakkan energi kolektif menuju cita-cita kebaikan bersama.

“Langkah awal telah dimulai. Dengan semangat kerja dan bekal pengalaman berada di tengah-tengah warga Tuban, kami berikhtiar untuk mengurai benang kusut pengelolaan kabupaten ini. Harapan saya, niat dan tekad ini bisa mendapat respon terbaik dari masyarakat lewat parpol yang akan mengusung nanti,” pungkasnya. (yon)