DARI KAMI TABLOID NUsa EDISI 01//Membawa Misi Penting

oleh -125 views

Adalah rasa syukur yang layak kami ucapkan di awal tulisan ini. Ini bukan ungkapan ”basa-basi” sebagai penanda bahwa awak kru NUsa adalah para santri NU yang tahu dalil soal bersykur. Namun, terbitnya tabloid ini memang sebuah ”keajaiban” yang luar biasa yang sepatutnyalah disyukuri. 
          Seharusnya tabloid ini sudah terbit dan bisa dinikmati pembaca pada tiga bulan lalu. Namun, begitu tim dibentuk dan perencanaan penerbitan perdana dilakukan, cobaan besar menimpa. Bambang Widjanarko yang merupakan salah satu kru inti tabloid NUsa, dipanggil keharibaan Allah SWT secara mendadak (semoga Allah mengampuni segala kesalahannya dan menerima amal baiknya). Kepergian Mas Wid (panggilan akrab Bambang Widjanarko) tentu menjadi pukulan berat bagi kru NUsa. Mengingat, Mas Wid yang sudah bertahun-tahun menjadi wartawan diharapkan bisa menjadi salah satu penyangga terbitnya NUsa.      
         Lebih tragisnya lagi, bersamaan dengan kepergian Mas Wid, beberapa awak redaksi yang semula berjumlah sekitar 15 orang, satu persatu juga berguguran. Seiring dengan perjalanan waktu, tim yang bertahan dan ”lolos seleksi alam” tidak lebih dari jumlah jari tangan manusia.. Dan mereka itu bukanlah wartawan-wartawan yang sudah berpengalaman dan mahir merangkai kata, melainkan calon-calon wartawan yang masih awam tentang jagad kejurnalistikan. Karena itu, kondisi terasa kiat berat. Gambaran untuk menerbitkan sebuah tabloid, juga terasa semakin buram.
          Namun, di tengah-tengah ”keputusasaan” tersebut sejumlah dorongan dan harapan terus berdatangan. Sehingga, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, akhirnya rencana penerbitan kembali dikobarkan. Pelan tapi pasti, langkah terus diayunkan. Beberapa awak redaksi terpaksa harus melakukan kerja ekstra untuk membuat laporan-laporan yang akan disajikan di edisi pertama ini.
          Selain keterbatasan SDM, juga ada persoalan lain yang juga mengganggu. Yakni, keterbatasan (untuk tidak mengatakan tidak ada) peralatan yang diperlukan untuk menunjang penerbitan. Namun, untuk hambatan yang kedua ini kami mencoba mengabaikannya. Kami berprinsip: keterbatasan fasilitas tidak boleh membelenggu kami untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat. Karena itu, kami terus mencoba mengatasi   sejumlah keterbatasan tersebut. Dan alhamdulillah, semua akhirnya bisa dilalui. Tabloid NUsa yang kita proyeksikan untuk media komunikasi warga NU di Tuban ini akhirnya bisa diterbitkan.
       Pada edisi pertama ini, kami dengan sepenuh hati menyadari akan banyaknya kekurangan yang masih terjadi. Namun, kami telah mencoba melakukan yang terbaik. Kami telah berikhtiar menyajikan laporan-laporan yang diharapkan tidak hanya sekedar menarik untuk dibaca, namun juga memberikan manfaat bagi mereka yang membaca. Kami berharap, laporan-laporan tersebut bisa menjadi media informasi, edukasi, dan juga inspirasi.
      Secara garis besar, kehadiran Tabloid NUsa ini membawa tiga misi penting yang hendak kami sampaikan kepada warga NU di Tuban. Pertama, misi ke-NU-an. Kami berharap kehadiran tabloid ini bisa memberikan pemahaman dan informasi yang banyak mengenai dinamika yang terjadi di lingkungan NU. Kedua, misi pendidikan. Kami berharap, persoalan-persoalan pendidikan, baik yang terjadi di lingkup nasional atau lingkup NU (ma’arif) bisa terinformasikan ke warga NU secara lebih luas.
      Berikutnya (ketiga) adalah misi kewirausahaan. Misi ini dimaksudkan untuk memompa munculnya   semangat kewirausahaan di lingkungan warga NU. Hal ini dilandasai kesadaran bahwa semangat kewirausahaan di lingkungan NU masih relatif rendah. Jauh tertinggal dengan semangat berpolitik yang begitu berkobar dan mendapatkan perhatian warga NU begitu besar.
   Untuk melaksanakan misi ketiga ini, di tabloid ini kami hadirkan rubrik Tokoh Inspiratif dan Kewirausahaan yang berupa kisah seseorang yang merintis dan membangun usaha hingga beerhasil. Kami berharap, dari laporan tersebut, pembaca bisa mendapatkan inspirasi untuk memulai dan menggeluti dunia kewirausahaan. 
       Ke depan, kendati tetap berada di bawah koridor tiga misi tersebut, kami berharap ada penyempurnaan dan penambahan-penambahan laporan atau tulisan yang bisa disajikan. Bahkan, kami juga berharap bisa menampilkan rubrik budaya atau sastra yang bisa menjadi media hiburan dan penghalus perasaan. 
    Kami sadar, semua itu bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu, sumbahsih pembaca sangat kami butuhkan. Kritik dan saran senantiasa kami harapkan. Rasa memiliki, baik dalam bentuk kesediaan untuk menjadi pembaca dan penyumbang tulisan untuk NUsa kami harapkan bisa tumbuh di kalangan warga NU di Tuban. Percayalah NUsa yang merupakan kependekan dari NU untuk bangsa benar-benar diterbitkan untuk kepentingan bangsa pada umumnya dan warga NU pada khususnya. Insya Allah….. 

Wassalam