DARI KAMI TABLOID NUsa EDISI 05//Banjir Berita Melanda NUsa

oleh -122 views
BAGI PENGALAMAN: Ketua Ma’arif Lamongan Imam Ghozali (tengah) men-rima Tim NUsa yang dipimpin Pemimpin Redaksi NUsa Akhmad Zaini (kanan)

Dibanding edisi-edisi sebelumnya, edisi keenam ini sedikit berbeda. Selain ada penambahan rubrik Tausyiah, edisi ini dibanjiri berita dari sejumlah daerah (kecamatan) di Tuban. Layaknya banjir, tentu merepotkan. Tiga lembar halaman yang sedianya untuk menampung berita, kini tidak bisa menampung lagi.

Kendati merepotkan, namun kami senang dan bersyukur. Sebab, gejala tersebut memberikan dua isyarat sekaligus. Isyarat pertama, berarti teman-teman reporter yang bergabung di NUsa semakin pandai dan produktif dalam mencari dan menulis berita. Isyarat kedua, berarti rasa memiliki dan rasa membutuhkan warga NU terhadap NUsa semakin tumbuh dan berkembang. Sebab, tidak sedikit, berita itu muncul karena permintaan warga NU agar reporter NUsa meliput dan menulis acara yang mereka laksanakan.
Menyikapi situasi itu, kami sempat berpikir untuk menambah halaman. Mengingat, selain berita yang masuk begitu banyak, iklan pada edisi ini juga meningkat. Namun, keputusan penambahan halaman itu tidak jadi kami ambil. Sebab, jika menambah (minimal 4 halaman), maka resikonya harus ada sejumlah tulisan tambahan yang harus dibuat. Karena itu butuh waktu dan kerja tambahan, kami khawatir hal itu akan mengganggu jadwal penerbitan NUsa. Dan itu, tentu akan berdampak kurang baik terhadap citra NUsa di mata pembaca.
Karena itu, akhirnya kami hanya bisa menyampaikan kata maaf bila ternyata ada beberapa berita yang tidak bisa termuat. Selain itu, sejumlah tulisan juga terpaksa harus tersaji relatif pendek karena harus berbagi halaman dengan iklan.
Terkait dengan perkembangan positif ini, apresiasi yang sebesarnya patut diberikan kepada crew NUsa yang telah bekerja keras untuk menjaga ‘’kehidupan’’ NUsa yang baru berusia 6 bulan ini. Mereka telah melakukan sejumlah terobosan untuk memperkenalkan NUsa kepada masyarakat di Tuban. Terobosan terbaru yang dilakukan adalah dengan menjual NUsa di arena Pekan Raya Semen Gresik yang berlangsung pada 9-14 Oktober 2012 lalu.
Tim NUsa yang masih muda dan energik (rata-rata mahasiswa semester), benar-benar pantang menyerah untuk berbuat yang terbaik untuk NUsa. Mereka telah melakukan peran yang terbaik, baik yang berada pada posisi sebagai wartawan, pemasaran maupun yang di bagian iklan. Semoga di kemudian hari, kerja keras itu akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan bagi NU dan NUsa pada umumnya dan diri mereka pada khususnya. Amin!
Terakhir, kami perlu menyampaikan terima kasih kepada KH Ahmad Mundzir (ketua PC NU), Didik Purwanto (wakil ketua PC NU) dan Fuad El Amin (eks ketua Ansor) yang bersedia direpoti untuk menjadi donatur NUsa. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal.(*)