DARI KAMI TABLOID NUsa EDISI 29//Penyesuaian Harga Tabloid NUsa

oleh -110 views


Aura positif terus kami rasakan terkait dengan keberadaan Tabloid NUsa. Dari hari ke hari, kami semakin merasakan kalau warga NU Tuban semakin menyatu dengan keberadaan NUsa. Beberapa pembaca mengungkapkan bahwa NUsa semakin enak di baca. ‘’Semakin menarik,’’ ungkap Muhlasin, dosen STITMA Tuban yang sudah lama berlangganan NUsa.
Namun, di tengah-tengah makin cintanya masyarakat, khususnya warga NU Tuban kepada NUsa, ada satu persoalan pelik yang belum berhasil kami pecahkan, yakni, soal distribusi atau pemasaran. Hingga kini, kami belum memiliki tim distribusi (pemasaran) yang handal, berdedikasi dan cekatat. Akibatnya, banyak pelanggan yang komplain gara-gara tidak mendapatkan NUsa.
Sungguh kenyataan itu patut disayangkan. Seperti sering kami singgung, bahwa pilar yang menopang sebuah media cetak adalah tiga hal, yakni, redaksi, iklan dan pemasaran (distribusi masuk di bagian ini). Untuk pilar pertama dan kedua, insya Allah kami sudah lebih baik. Namun, untuk yang ketiga rasanya masih sangat kurang.
Terkait dengan kenyataan di atas, saat menggelar Rapat Redaksi pada Selasa (30/9) lalu, kami secara khusus membahas persoalan tersebut. Dari pembahasan tersebut disimpulkan bahwa salah satu kelemahan di bidang pemasaran adalam minimnya anggaran yang kami miliki untuk dana operasional. Karena itu, pencarian dana dinilai menjadi salah satu alternatif yang bisa diambil.
 Dari sekian alternatif penggalian dana, menaikkan harga NUsa menjadi salah satu pilihan yang dianggap tepat. Sebab, sejak awal terbit pada April 2012 harga tabloid masih tetap Rp 5 ribu. Padahal, ongkos cetak sudah berkali-kali naik. Kenaikan ongkos cetak ini terkait erat dengan penurunan atau inflasi nilai tukar rupiah atas dollar Amerika. Jadi, mulai bulan ini eceran NUsa yang semula Rp 5 ribu menjadi Rp. 6 ribu. Sedang untuk langganan satu tahun, dari Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu.
Perubahan harga NUsa ini, hakekatnya tidak tepat kalau disebut sebagai kenaikan. Lebih tepatnya disebut sebagai penyesuaian. Karena itu, kami berharap warga NU yang selama ini menjadi pelanggan NUsa bisa memahami kebijakan tersebut. Kami berharap, dengan penyesuaian harga itu, pemasaran yang selama ini kurang tertangani dengan baik, bisa diperbaiki kondisinya. Semoga!  
 Semoga  Kepedulian dan keikhlasan terpancar pada diri kita