Disurvei, Menara Rukyatul Hilal Tuban Penuhi Syarat

oleh -179 views
SURVEI MENARA: Tim Survei Menara Rukyatul Hilal Kemenag Jawa Timur saat Berada di Menara Rukyatul Hilal Tuban

Wartawan: Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Kementerian Agama (Kemenag) Tuban sudah punya menara rukyatul hilal sejaj 2017 lalu. Namun, baru tahun ini menara untuk melihat hilal (bulan) untuk menentukan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijah itu disurvei.

‘’Survei dilakukan oleh Tim Kanwil Kementerian Agama provinsi Jawa Timur,’’ ujar Penyelenggara Syariah Kemenag Tuban, Drs. Mashari, MA.

Dia mengatakan, mengatakan, survei lokasi oleh tim Kanwil Kemenag Provinsi Jatim ini untuk memastikan apakah menara rukyat yang terletak di bukit Banyuurip Desa Banyuurip, Kecamatan Senori tersebut layak atau tidak untuk dijadikan tempat rukyatul hilal.

‘’Karena hasil rukyat dari sini dilaporkan pada saat sidang isbath Kemenag RI,” tambah pria tinggi besar ini.

Hasil survey lokasi itu, menara rukyat kebanggaan masyarakat muslim Kabupaten Tuban itu sudah sangat layak. Sebab melihat menara di Banyuurip ini terletak pada titik koordinat 07′ 03′ 35.25′ LS. 111′ 42 17.37′ BT. Dengan elevasi atau ketinggian 260 meter DPL (Dari Permukaan Laut).

‘’Selain itu, itu sudah beberapa kali di tempat menara ini telah terlihat hilal pada saat rukyat. Terakhir pada saat rukyat awal Ramadan 1440 H/2019 ini,’’ katanya.

POB atau Pos Observasi Bulan adalah tempat resmi yang digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan kegiatan rukyatul hilal terutama menjelang Ramadan, Syawal, dan Dzulhijah. Laporan rukyatul hilal dari berbagai POB inilah yang digunakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama sebagai dasar penetapan sidang isbath.

Tim survei Kelayakan Menara Rukyatul Hilal Jawa Timur yang datang adalah Kasi Produk Halal, Pembinaan Syariah dan SI Urais, Dra. Hj. Ummu Choiriyah Hanum. Juga Pengembang Penyuluhan Syariah, M. Fauzi, S.Ag, M.HI. Mereka didampingi tim BHR Kemenag Tuban, Pranata Humas dan pihak lainnya.

‘’Kedatangan kami yang pertama ingin silaturahmi, yang ke dua ingin melihat secara langsung kondisi lapangan. Menara harus memenuhi persyaratan di antaranya, kondisi ufuk tidak tertutup dan  kondisi ketinggian ufuk juga memungkinkan untuk melihat hilal,’’ terang M. Fauzi.(yon)

Link Banner