Divonis Empat Bulan,  Mbah Parman Pulang

oleh -
SUJUD SYUKUR : Mbah Parman Langsung Sujud Syukur Usai Divonis

*Hakim memutus tanpa denda

TUBAN – Ketua Majelis Hakim (MH) Pengadilan Negeri (PN) Kelas I B Tuban, Carolina Dorcas Yuliana Awi, Kamis (14/12) menjatuhkan vonis empat bulan penjara potong masa tahanan pada Mbah Parman terdakwa kasus pencurian kayu jati milik perhutani. Sebatang kayu yang dia ambil dari petak 39.B RPH Kejuron, BKPH Bangilan, KPH Jatirogo, Desa Sidotentrem, Kecamatan Bangilan itulah yang membawanya ke pengadilan.

Dengan vonis tersebut, Mbah Parman langsung pulang, alias bebas lantaran vonis itu pas dengan masa penahanan yang sudah dijalani. Hakim hanya memutus dengan hukuman badan, tanpa denda sebagaimana tuntutan jaksa.

Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusumo Bhuwono menerangkan, Ketua Majelis Hakim PN Tuban, menjatuhkan vonis empat bulan dikurangi masa tahanan terhadap terdakwa, dengan perintah tahanan dikeluarkan dari penjara.

‘’Dalam penjatuhan vonis tersebut, Majelis Hakim menganut azas kemanfaatan hukum, sehingga terdakwa tidak di vonis berdasarkan tuntutan jaksa,’’ ujar Donovan.

Atas putusan tersebut, Mbah Parman mengaku sangat bahagia. Kebahagiaan tersebut diwujudkan dengan melakukan sujud syukur begitu dia keluar dari ruang sidang. Pria sepuh itu nampak berkaca-kaca menahan haru.

Sebelumnya, akibat sebatang kayu sepanjang sekitar 3 meter yang dia bawa ambil, Mbah Parman harus dipenjara. Saat sidang, jaksa menuntut Mbah Parman dengan hukuman satu tahun dan denda Rp 500 juta. Sebab, Mbah Parman didakwa melanggar Pasal 82 ayat 2 UU RI nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan Hutan (P3H). Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat, karena menilai apa yang terjadi atas diri pria sepuh itu tak seharusnya.(rizqi)

Link Banner