DPRD Tuban Sarankan KPUD Optimalkan Sosialisasi Pemilu

oleh -
Ketua DPRD Tuban, Mohammad Miyadi

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengoptimalkan sosialisasi tentang pemilu 2019. Pasalnya, pemilu saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni 2014 lalu.

Ketua DPRD Tuban, Mohammad Miyadi saat ditemui di kantornya, pada Senin, (7/1/2019) mengungkapkan, pemilu pada 2019 ini berbeda dengan pemilu 2014, sebab tahun ini masyarakat menerima 5 surat suara secara bersamaan. Dalam pemilu tersebut masyarakat memilih calon pemimpin DPRD, DPR Provinsi, DPR RI, DPD RI serta memilih Presiden dan Wakil Presiden.

“Kalau dulu juga ada 5 tetapi yang pemilihan presiden tidak bersamaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada tugas yang harus diselesaikan oleh pelaksanan penyelengara pemilu. Terutama, memastikan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang harus dikerjakan KPU maupun Panwas (Panitia Pengawas). Artinya, bagi warga yang belum terdaftar dalam DPT harus diupayakan masuk.

Kemudian, bagi warga yang sudah berumur 17 tahun tetapi belum memiliki E-KTP harus segera melakukan perekaman. Sehingga, ketika tidak terdaftar di DPT, tetapi sudah memiliki E-KTP bisa menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos. Selain itu, memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara utuh, agar masyarakat mengetahui perbedaan pemilu 2019 beda dengan 2014.

“KPU harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, biar masyarakat paham pileg 2019 beda dengan pileg 2014. Saya yakin kalau kaum muda dan pemilih cerdas bisa melakukan. Tetapi kalau sudah diusia 60 ketas akan menjadi kebingungan tersendiri, bisa-bisa nyoblos sembarangan,” tuturnya.

Miyadi mengajak, kepada masyarakat agar menyukseskan pemilu 17 April 2019 mendatang. Apapun pilihannya baik itu kunig, hijau, biru dan lain-lain itu hak masyarakat untuk memilih. Sebaiknya, momen pemilu ini jangan dijadikan pemecah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemilu adalah alat pemersatu bangsa, karena kita negara yang besar,” paparnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Tuban divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Yayuk Dwi AS, mengaku sudah melaksanakan sosialisasi secara serentak. Bahkan, akan terus melakukan simulasi pencoblosan secara intensif.

“Terkait suksesnya pelaksanaan pemilu, selain KPU sebagai pelaksana yang pasti akan dilaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, harus ada keseimbangan dari pihak lain, karena sukses pemilu adalah keinginan seluruh masyarakat Indonesia,” bebernya.(Lam/Wn)

Link Banner