Dua Warganya Positif Covid-19, Tuban Masuk Zona Merah

oleh -6 views
ZONA MERAH : Kabupaten Tuban Masuk Zona Merah Setelah Dua Warga Positif Covid-19

TUBAN

Wartawan : Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Karena dua warganya dinyatakan positif Covid-19, Kabupaten Tuban masuk zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Dua warga asal Tuban dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab nya turun.

Hasil positif Covid-19 itu dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Dua warga tersebut berasal dari Kecamatan Semanding satu orang, dan satunya dari Kecamatan Tuban.

‘’Keduanya adalah petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan yang pernah ikut pelatihan petugas haji di Surabaya,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo.

Dia menjelaskan, satu pasien positif Covid-19 sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD dr.R.Koesma Tuban. Pasien laki-laki ini asal Kecamatan Semanding sudah meninggal Senin (6/4/2020) sore lalu.

‘’Untuk yang positif asal Kecamatan Tuban masih dirawat di RSUD, namun kondisinya terus membaik,’’ tambahnya.

Masuknya Tuban ke dalam daftar kabupaten/kota yang masuk zona merah, semakin menambah daftar daerah yang dinyatakan zona merah karena ada warganya yang positif Covid-19. Berdasarkan rilis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat ini ada 25 kabupaten/kota yang masuk zona merah. Sebelumnya hanya 24 daerah.

Dari 25 kabupaten/kota yang masuk zona merah itu, hanya 17 daerah yang ada pasien positif Covid-19 yang meninggal. Semula baru 16 daerah sebelum Tuban menyusul.

Menyikapi hal ini, pemkab Tuban juga telah meningkatkan status penanganan Covid-19 dari sebelumnya  status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Infeksi Covid-19 sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya menjadi status Keadaan Darurat.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, pemkab Tuban sudah mengantisipasi hasil positif yang dirilis pemprov Jatim tersebut.

‘’Dengan adanya peningkatan status keadaan darurat  maka peran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akan semakin ditingkatkan lagi hingga tingkat kecamatan dan desa,’’ kata Sekda.

Fokus utamanya di antaranya adalah dalam ranah penertiban physical distancing atau jarak fisik dan pemantauan para pemudik. Meski demikian, sekda meminta kepada semua masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.

‘’Meski zona merah, masyarakat tidak perlu panik, atau takut berlebihan. Tetap jaga kesehatan dan patuhi himbauan pemerintah,’’ tandasnya.(yon)

 

Link Banner