Duet KH Djunaidi-Khusnan Pimpin NU Bancar

oleh -209 views
H. Husnan

BANCAR-Konferensi MWC NU Kecamatan Bancar masa bhakti 2012-2017 yang diadakan pada Kamis (19/07/2012) di gedung KGB (Bulu-Bancar) menempatkan KH. Djunaidi Abdillah sebagai Rais Syuriah dan H. Khusnan sebagai ketua tanfidziyah.
Setelah terjadi beberapa rapat pleno dan sekali sidang komisi, akhirnya tibalah pada acara pemilihan rais syuriah dan ketua tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bancar. Proses pemilihan dua posisi ini dibedakan. Sehingga terjadi dua kali pemilihan posisi puncak kepemimpinan NU di tingkat kecamatan itu.
Setiap ranting memiliki 1 hak pilih rais syuriah dan 1 hak pilih ketua tanfidziyah. Dari 28 ranting yang memiliki hak pilih dalam pemilihan rais syuriah, 2 darinya tidak hadir. Dalam pemilihan Balon (Bakal Calon) KH. Junaidi harus bersaing dengan K. Abdul Wahid, SH. Setelah lolos dalam pemilihan bakal calon, KH. Junaidi yang telah menjadi rais syuriah pada masa bhakti 2005-2012 harus terganjal masalah rangkap jabatan karena saat ini dia masih aktif menjadi wakil ketua PC PKB (Partai Kebangkitan bangsa).
Namun, setelah menyatakan diri di depan para peserta konferensi yang memiliki hak pilih bahwa dia bersedia meninggalkan jabatan di partai politik apabila terpilih menjadi rais syuriah, akhirnya dia tetap melaju ke tahap pemilihan selanjutnya. Dia akhirnya terpilih menjadi Rois Syuriyah setelah mengungguli perolehan suara K. Abdul Wahid dengan perolehan suara 15-11.
Berbeda dengan peserta yang memiliki hak suara dalam pemilihan rais syuriah, peserta yang memiliki hak suara dalam pemilihan ketua tanfidziyah berjumlah lengkap, 28 perwakilan ranting. Terpilihnya H. Khusnan, yang pernah menjabat ketua tanfidziyah masa bhakti 2000-2005, juga sedikit berbeda dengan terpilihnya KH. Djunaidi. Dia berhasil mendapatkan kursi tanfidziyah dengan lebih mudah dan tanpa hambatan. Dari 4 balon yang ada (yakni: H. Khusnan, Sutrisno, SH., M. Syaifudin dan Bari Rifa), hanya H. Khusnan dan Sutrisno saja yang berhasil melaju ke tahap pemilihan ketua tanfidziyah.
H. Junaidi
Setelah kedua balon ketua tanfidziyah itu mendapat restu dari KH. Djunaidi, H. Khusnan akhirnya terpilih menjadi ketua tanfidziyah MWC NU Bancar masa bhakti 2012-2017 setelah mengungguli perolehan suara dari Sutrisno, dengan hasil suara 17-11.
Sesaat setelah terpilih sebagai pimpinan MWC Bancar, KH. Djunaidi mengatakan bahwa dalam periode berikutnya dia akan menekankan program pada 5 hal. Yaitu, ekonomi, pendidikan, menejemen organisasi, penguatan paham ahlus sunnah wal jama’ahdan menyatukan warga NU yang terpecah belah akibat Pilkada. “Penguatan paham ahlussunnah waljama’ah akan menjadi prioritas,” tandasnya.
H. Khusnan menambahkan bahwa bidang kesehatan juga akan menjadi program priyoritasnya ke depan. Kedua pimpinan terpilih bersepakat akan menjalin hubungan yang harmonis untuk menjalankan roda kepemimpinan mereka ke depan. “Semua harus dirangkul bersama,” ungkap H. Khusnan dengan mantap

Saat disinggung terkait 7 dari 9 program yang belum terealisasikan pada periode sebelumnya, seperti yang jadi sorotan peserta konferensi, KH. Djunaidi mengatakan bahwa faktor penyebanya adalah ketidakpatuhan ketua tanfidyah pada rais syuriah. “Kalau ketua tanfidziyahnya mau diajak bekerja sama ya, pasti akan terlaksana,” ungkapnya optimis. (wakhid)