Evakuasi Bangkai Truk Perlu Pemotongan dan Pengosongan Muatan

oleh -
Proses evakuasi.foto: Salam

Tuban-Guna mengevakuasi tiga bangkai truk yang terperosok akibat ambruknya jembatan Widang-Babad pada Selasa (17/4) kemarin diperlukan pemotongan dan pengosongan muatan. Hal itu diungkapkan I Ketut Darmawahan selaku perwakilan pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya.

“Diperlukan pemotongan bangkai truk menjadi beberapa bagian dan pengosongan muatan agar bisa dievakuasi,” ujar I Ketut Darmawahan kepada wartawan saat meninjau lokasi, Rabu (18/4).

Kata dia, cara tersebut dilakukan karena evakuasi menggunakan crane dengan kapasitas 40 ton bisa berbahaya. Sebab, dikhawatirkan jembatan disampingnya sebagai tumpuhan tidak kuat.

“Jika dipaksakan beban crane dan beban truk yang diangkat, bisa mempengaruhi jembatan disebelahnya yang menjadi tumpuhan crane,” imbuhnya.

Ia beralasan, evakuasi tadi malam dihentikan karena crane yang didatangkan oleh tim evakuasi dari Kabupaten Tuban seberat 40 ton. Sedangkan, beban truk yang akan diangkat kurang lebih 18 ton. Sehingga, total keseluruhan berat muatan sebesar 58 ton.

“Jumlah tersebut 20 persen melebihi beban muatan jembatan, makanya kami hentikan,” paparnya.

Sementara itu, untuk pengagkatan bangkai truk tim evakuasi menggunakan crane dengan 25 ton. Kemudian, bangkai truk dibagi menjadi 2 hingga 3 bagian.(Salam)