FGD Desa Sumurgung Perioritaskan Perekonomian Warga

oleh -
FGD di Desa Sumurgung, Tuban

Wartawan: Edy Suprayogi

Tuban,Tabloidnusa.com-Fokus Grup Diskussion (FGD) untuk sekian kalinya diselenggarakan oleh Forum Masyarkat Kokoh (FMK) dari Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M SG) PT Semen Indonesia bersama warga Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, di balai desa setempat, pada Sabtu (29/12/2018)

Nampak hadir dalam kesempatan itu, pengurus dan fasilitator FMK, PM2-SG, Pemerintah Desa, BPD, LPM, karang taruna, PKK, kopwan, MBR, RT, RW, takmir masjid, dan 40 undangan dari berbagsi unsur masyarakat.

Koordinator FMK Insan Mandiri Desa Sumurgung, Harsono Haryanto mengucapkan, rasa terima kasih kepada masyarakat yang tetap semangat menghadiri acara rembug desa ini.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat, terkhusu kepada tim dari PT Semen Indonesia dan P2M SG yang memiliki peran dalam kegiatan kali ini,” ujarnya.

Menurutnya, FGD ini terlaksana sebagai media aspirasi dan bertujuan menjaring pemikiran, gagasan serta ide dari warga. Harapannya, untuk mengelola dana CSR tahun depan yang konsen pada pemberdayaan.

“Kami mengundang masyarakat untuk merumuskan program secara universal demi kemajuan desa yang terus berdaya dan berkemajuan tinggi. Dengan harapan mampu meningkatkan perekonomian kreatif warga masyarakat, yang melibatkan pihak ketiga (vendor) menjadi swakelola,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumurgung, H Mujammi’in berharap, kedepan FMK dan OMS bisa lebih sinergis dengan baik. Terlebih, dapat mencanangkan program unggulan maupun pengelolaannya dan tahun depan sasarannya lebih banyak lagi yang terserap.

“Marilah kita manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baik nya. Kita rencanakan juga melibatkan unsur masyarakat. Agar mampu memperdayakan warga Sumurgung kedepan lebih baik,” tandasnya.

Ditempat yang sama fasilitator Desa Sumurgung, Endah Pusparini mengajak, masyarakat untuk memaksimalkan FGD ini dengan sebaik-baiknya. Melalui ide, gagasan, saran, masukan dan mungkin kritikan yang membangunan masyarakat Desa Sumurgung.

“Mari gali potensi dari desa ini untuk mampu mengangkat nilai ekonomi dan kapasitas intelektual komunitasnya,” tambahnya.

Dalam FGD tersebut salah satu perwakilan Pemuda Desa, Rasmadi, mengusulkan, agar pengadaan bank sampah bisa digalakkan dan dikelola secara mandiri serta profesional oleh masyarakat. Mengingat potensi yang ada di desa cukup tinggi, baik pengelola swadaya maupun kelompok.

“Saya kira ini jika bisa dikembangkan cukup potensial, disamping menjadi usaha milik desa, juga menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” paparnya.

Diketahui, forum rembug desa ini merupakan sarana untuk FMK dalam merencanakan program kedepannya.
Dalam FGD ini ada 2 tema, yakni FMK kelembagaan dan perencanaan yang akan menjadi rencana program di tahun berikutnya.(Edy/Wn)