Geliat Bisnis Busana Muslim-ANGGUN BUSANA Tuban

oleh

Puasa, Omset Bisa Naik 500 Persen
BERKAH RAMADHAN: Karyawan Anggun busana menata beberapa baju muslim menjelang puasa akhir Juni lalu.

Momen Ramadhan dan Idul fitri, membuat sejumlah toko baju busana muslim di Tuban diserbu banyak konsumen. Omset pun meningkat tajam. Jauh dibanding dengan bulan-bulan lainnya.
Anggun Busana yang berada di Jalan Pemuda 49 Tuban adalah salah satu toko busana yang tidak pernah sepi dari pembeli. Paling tidak, sudah sebulan lalu toko yang menyediakan semua perlengkapan busana muslim ini telah diserbu banyak konsumen. Dipastikan, ramainya tersebut akan berlangsung hingga hari raya Idul Fitri tiba.
Informasi yang diterima, saat ini penjualan toko tersebut mengalami kenaikan sekitar 500 persen dibandingkan pada hari biasanya. Toko busana muslim terbesar dan terlengkap di Tuban itu, tiap harinya terus dipadati pengunjung. ‘’Yang datang ke toko kami, banyak pula yang bermaksud kulakan. Mereka datang dari berbagai kota kecamatan di Tuban,’’ tutur pemilik Toko Anggun Busana, Ana Arofah, 39 tahun.
Dijelaskankannya, kenaikan itu tidak hanya terjadi saat ini. Tapi sudah beberapa bulan sebelumnya. Peningkatan itu, dipicu momen bulan suci Ramadhan dan mendekati hari raya idul fitri. Selain itu, berkat penjualan yang tinggi pula, membuat omset penjualannya pun terus bertambah. Dibandingkan dengan hari biasanya, saat ini omsetnya naik sekitar 500 persen.
“Biasanya mendekati bulan-bulan seperti ini banyak pelanggan yang mulai berdatangan membeli baju muslim ini. Diperkirakan akan berlangsung hingga mendekati hari raya idul fitri,” katanya Ana Arofah.
Dikatakan Ana, toko yang dikelola buka tiap hari, dari pukul 07.30 WIB hingga 21.00 WIB. Dalam satu hari, sedikitnya sebanyak 300 dagannya yang terjual. Hal itu beda dengan hari-hari biasanya yang hanya mampu menjual sebanyak 50 hingga 60 stel busana muslim.
Masih lanjut Ana, pihaknya juga menyediakan harga yang bervariasi, mulai Rp 75 ribu hingga Rp 600 ribu. Produk  dijualnya pun bervariasi modelnya. Mulai busana muslim bentuk setelan kulot, gamis, gaun, dress, cardigan, stelan brezer. Bahkan, perlengkapan pendukung untuk busana muslim lainnya juga ada. Seperti jilbab, dalaman jilbab (cipat) aksesoris jilbab, bandana, bros juga banyak yang membelinya.
“Rata-rata yang saya jual ini baju busana muslim berbentuk modern seperti busana muslim Danies maupun Rabani,” ungkap perempuan jebolan IKIP Tuban ini.
Masih kata Ana, selain menjual busana muslim untuk kaum hawa, pihaknya juga menjual busana muslim untuk kaum pria. Meskipun persediannya tidak seperti busana muslim pada kaum wanita, namun penjualannya pun tidak kalah jauh dengan penjualan busana muslim milik kaum wanita. Mulai baju koko, celana bentuk sarung seperti kulot dan kopiyah juga banyak dibeli oleh para konsumen.
Saat ditanya soal kiatnya mengelola busana, Ana tidak berkomentar banyak. Hanya saja dalam menjalankan bisnisnya tersebut, dia mengaku selalu melakukan berbagai tips dan strategi agar pembeli datang ke tokonya. Di ataranya promosi dengan memasang barner, memberi diskon tambahan dan memberikan pelayanan yang baik pada konsumen. Saat ini pihaknya memiliki 19 pegawai untuk membantunya mengurusi tiga toko. Jumlah tersebut dipastikan bisa bertambah lagi 10-15 pegawai untuk membantunya di saat Ramadlan.
Sementara itu, dengan meningkatnya penjualan teserbut secara otomatis omsetnya pun terus bertambah. Peningkatannya itu diperkirakan hingga mendekati hari raya idul fitri. Namum, pihaknya tidak bisa membeberkan berapa besar omset yang dihasilkannya.
“Ya alhamdulillah omset naik, dibanding pada bulan-bulan sebelumnya, yang penting dalam bisnis maupun berdagang itu, diniati untuk ibadah, jangan lupa shodaqohnya pula. Selain itu, diniati untuk syiar agama islam, karena telah menjual baju busana muslim  untuk menutupi aurat seseorang,” lanjut ibu tiga anak ini. (wandi)