Hadang dan Turunkan Paksa Jenazah Covid, Enam Warga Diperiksa Polisi

oleh -

TUBAN

Wartawan : Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Penghadangan dan pengambilan jenazah covid-19 secara paksa untuk dimandikan lagi serta disalati dengan cara warga di wilayah Kecamatan Jatirogo berbuntut. Polres Tuban membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut.

Bahkan, Kamis(31/12/2020) Satreskrim polres Tuban memanggil 6 orang yang mengetahui dan berada di lokasi saat kejadian penurunan paksa jenazah covid-19 terjadi.

Enam warga yang diperiksa adalah NU, 38 warga Desa Karang Tengah; KN, 40, warga Desa Pasean dan M 62h warga Desa Wotsogo.

Kemudian MTS 40 warga Desa Wotsogo N, 53 warga Desa Karang Tengah sertab 39 warga Desa Karang Tengah semua di Kecamatan Jatirogo.

Keenam orang tersebut menjalani pemeriksaan dengan dugaan pidana barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah atau orang yang menurut undang-undang.

Atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya sesuai pasal 212 sub pasal 214 KUHP dan atau pasal 93 Jo Pasal 9 (1) Undang-undang RI No 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi.

“Saya himbau agar masyarakat lebih cerdas, tidak mudah terprovokasi dengan situasi, apalagi jenazah ini sudah jelas-jelas dinyatakan positif Covid19,’’ ujarnya.

Jika jenazah covid, kata dia, proses pemakaman juga harus memenuhi protokol kesehatan.

Jangan sampai ada yang egois yang justru membahayakan orang lain, seperti mengambil paksa, membuka peti jenazah dan memandikan lagi jenazah.

Sekadar diketahui, pada Jumat (25/12) AR, tokoh masyarakat desa  Karang Tengah Kecamatan Jatirogo meninggal di RSUD Mansyur Jatirogo.

Karena belum mempunyai tim pemulasaraan jenazah sendiri, atas persetujuan keluarga akhirnya jenasah dikirim ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk di mandikan dan disalati sesuai protokol kesehatan.

Pada awalnya keluarga korban sudah sepakat dengan muspika Jatirogo, untuk pemakaman sesuai dengan protokol Covid19.

Namun saat jenazah akan dimakamkan dipemakaman desa setempat, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulans yang di kawal oleh Patwal dari Satlantas Polres Tuban.

Massa meminta dengan paksa jenazah untuk diturunkan. Sempat terjadi perdebatan antara polisi dan petugas pemulasaraan dengan massa, Namun karena kalah jumlah dan massa tidak bisa di cegah. Saat ini kasus sedang diusut dan ditangani oleh Satreskrim Polres Tuban.(yon)