Hebat, Bayi Asal Tuban Tumbuh Besar di Balik Jeruji Besi

oleh -

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Rizki Ramadhan itulah nama lengkapnya, bayi laki-laki berusia kurang lebih satu setengah bulan terpaksa dibesarkan dan dirawat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Tuban. Ia dibesarkan di kamar sederhana dan harus ikut ibu kandungnya yang sebelumnya sudah mendekam di penjara karena terjerat kasus Pencurian dan Pemberatan (curat).

Diketahui, ibu bayi tersebut berinisial MW (26) asal Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban yang sudah 3 kali masuk penjara dan harus rela menjalani hukuman 20 bulan. Sedangkan, saat masuk lapas dirinya sudah hamil sekitar 4 bulan.

Kepala Seksi Binadik (Bimbingan Narapidana Anak Didik) dan Giyaja (Kegiatan Kerja) Lapas II Tuban, saat dikonfirmasi Tabloidnusa.com, pada Selasa (24/072018) membenarkan terkait kelahiran bayi di dalam lapas Tuban itu. Menurutnya warga binaan yang masuk akhir tahun lalu dalam kondisi sudah hamil sekitar empat bulan.

“Warga binaan kami masuk sudah dalam posisi mengandung 4 bulan, dan sebelum masa hukumannya berakhir, ia sudah melahirkan,” ujar Subiyanto Kasi Binadik (Bimbingan Narapidana Anak Didik) dan Giyaja (Kegiatan Kerja).

Ia menambahkan, bayi tersebut kini masih dirawat ibu kandungnya karena berbagai alasan. Salah satunya masih membutuhkan ASI dan kasih sayang seorang ibu

“Kami mengijinkan, karena tidak mungkin bayi itu terpisah dari ibunya. Apalagi melihat kondisi bayi yang masih berumur kurang lebih satu setengah bulan,” tambahnya.

Adapun ibu dan bayi ini diberikan fasilitas khusus di dalam lapas. Meski sebenarnya tidak layak bagi kesehatan sang bayi.

“Ibu dan bayinya kami letakkan, ditempat yang tidak begitu banyak penghuninya,” terangnya.

Ditempat yang sama, sang ibu bayi berinisial MW (26) mengatakan, akan tetap merawat bayi itu sampai keluar. Alasannya, karena tidak ada yang merawat di rumah, selain itu tidak tega melihat sang nenek yang sudah tua di rumah.

“Tidak tega sama ibu di rumah yang sudah lanjut,” pungkasnya.

MW berharap, setelah keluar dari Lapas akan kembali hidup normal. Selain itu, bakal melanjutkan aktivitas jahit yang sudah mendapatkan ilmu dari dalam Lapas.

“Semoga pemerintah membantu kami, terutama dalam modal,” terang perempuan asal Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban itu.(Lam/Wn)