Hudanoor Selamat Pagi

oleh -210 views

 

Sri Wiyono,S.Ag, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban

Oleh Sri Wiyono (anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban)

 

Selamat pagi Pak Huda. Selamat pagi Pak Noor Nahar. Selamat pagi Hudanoor. Saya ucapkan selamat atas pelantikan Panjenengan berdua untuk masa jabatan kedua ini. Semoga suasana selalu pagi, sehingga orang tidak tergesa-gesa. Agar tetap diselimuti semangat.

Kehadiran fajar di ufuk timur selalu ditunggu manusia yang bertebaran di muka bumi ini. Mereka menunggu pagi untuk menjemput rejeki dan impiannya masing-masing. Begitu juga pagi di Bumi Wali. Seluruh rakyat masih tetap sama, berikhtiar bak ‘gabah diinteri’ untuk memenuhi hajat hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhannya, untuk menggapai impian-impiannya.

Saya juga punya impian, yang kurang lebih sama dengan impian umumnya warga kabupaten ini. Mendambakan Tuban yang gemah ripah, ayem  tentrem dan kartoraharjo. Seperti slogan Bumi Wali kita spirit of life. Artinya, kisah dan perjuangan para wali itu menginspirasi seluruh pemimpin dan pengambil kebijakan, sehingga keputusan dan kebijakan yang diambil adalah seluruhnya untuk kemaslahatan umat, kemaslahatan seluruh warga Tuban.

Perjalanan lima tahun yang sudah lewat, biarlah itu menjadi kenangan. Biarlah menjadi cermin menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan. Ada banyak perubahan dan perkembangan yang sudah terjadi. Namun, juga banyak kelemahan dan kekurangan di sana-sini. Karena pemerintahan ini masih dijalankan oleh manusia. Sedangkan manusia tak pernah lepas dari kealpaan dan dosa. Tak ada yang sempurna.

Ada pekerjaan rumah (PR) yang mesti dikerjakan di pemerintahan periode kedua ini. Penduduk Tuban cukup banyak,lebih dari satu juta jiwa, sehingga hampir mustahil para pemimpin di Bumi Wali ini bisa memuaskan semuanya. Hanya, setidaknya ada upaya untuk tidak membuat mereka terlalu kecewa.

Pagi baru saja menyapa, fajar juga baru menampakkan sinarnya. Masih banyak waktu untuk berbuat lebih baik lagi. Berbekal pengalaman selama lima tahun, pemerintahan untuk periode kedua ini mestinya lebih efektif dan lebih mampu memberikan harapan besar bagi rakyatnya.

Bibit ketegasan itu sudah mulai nampak. Ketika Pak Bupati dengan tegas memperingatkan para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk tidak main-main dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Bahkan, Pak Huda mengancam akan mencopot pejabat yang kinerjanya asal-asalan. Sungguh sangat luar biasa jika ini benar-benar terjadi. Benar-benar dilaksanakan.

Artinya, para pejabat, PNS, karyawan di lingkungan pemerintah akan bekerja keras untuk menciptakan program yang baik, program yang melayani masyarakat, program yang semakin menjadikan Bumi Wali ini bersinar karena keberhasilannya.

Namun patut diingat, program itu adalah program yang bisa dilaksanakan dengan baik. Program yang diaplikasikan dengan benar di lapangan. Program yang benar-benar dikerjakan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Karena, sebaik apapun program,  kalau tidak dikerjakan, kalau tidak dilaksanakan ya muspro. Program yang dibuat hanya akan menjadi tumpukan kertas tanpa makna.

Juga orang-orang yang peduli dengan Bumi Wali juga harus bersama-sama menyingsingkan lengan baju untuk membuat kemajuan. Kerja keras dan kerjasama mutlak diperlukan untuk menjadikan Bumi Wali ini semakin maju, religius dan bermartabat seperti jargon selama ini. Janganlah pemerintahan yang sudah baik ini digerogoti oleh kepentingan-kepentingan yang bisa menyebabkan pemerintahan ini ternoda.

Martabat itu tidak bisa dibeli. Martabat lahir karena memang pribadi, atau suatu daerah itu memang layak dihargai, karena memang daerah itu punya martabat yang tinggi karena pemerintahannya sangat peduli dan sangat mencintai rakyatnya, sampai-sampai tak rela sehelaipun rambut rakyatnya terjatuh ibaratnya.

Ayo semua bekerja keras untuk menjadikan Bumi Wali menjadi rahmat untuk seluruh warganya, juga rahmat bagi daerah di sekitarnya. Pak Huda, Pak Noor Nahar ini masih pagi, mari berkarya besar untuk masa depan Tuban. Oh ya, selamat Idul Fitri minal  a’idin wal faizin.(*)