Ingin Kado Manis HUT, Tuban Target Zona Hijau  

oleh -
KADO HUT : Pemkab dan Polres Tuban Menargetkan Hadiah HUT Tuban dengan Masuk Zona Hijau November Nanti

TUBAN

Wartawan : Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Bulan November nanti, Kabupaten Tuban merayakan hari ulang tahun (HUT) nya. Kabupaten di pesisir pantai utara Jawa ini akan genap 727 tahun. Karena itu, pemkab menyiapkan kado manis.

Salah satunya adalah target saat merayakan HUT nya nanti, kabupaten berjuluk Bumi Wali ini sudah kembali ke zona hijau Covid-19. Saat ini Tuban masih zona merah dengan konfirmasi positif 173 orang secara kumulatif.

Karena itu, Dinas Kesehatan (dinkes) menargetkan Agustus depan Tuban zona kuning, sehingga bulan berikutnya sudah kembali zona hijau.

‘’Target kami, saat hari jadi Tuban menjadi zona hijau,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo, Jumat (24/7/2020).

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela rapar koordinasi membahas strategi penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban. Sampai saat ini jumlah terkonfirmasi positif 173 orang, meski tingkat pasien yang suspek juga tinggi. Di atas 53 persen.

Rakor yang digelar di Posko Kampung Tangguh Semeru itu dihadiri Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono. Kepala Dinkes, Asisten Pemerintahan Drs. Joko Sarwono serta Kepala RSUD dr R.Koesma Tuban dr. Saiful Hadi serta tim pejabat di Polres Tuban.

Kegiatan di awali pemaparan oleh Wakapolres Tuban Kompol Andi Yudha Pranata tentang perkembangan Covid 19 di Tuban serta permasalahan yang menjadi kendala di lapangan.

‘’Kendala di lapangan antara lain belum adanya keseimbangan antara hasil testing dan tracking dengan treatmen yang dilakukan sehingga angka kesembuhan jauh di bawah angka konfirmasi positif,’’ ujarnya.

Oleh karena itu, perlu menyelaraskan langkah dalam mengoptimalkan 3 T (Testing,Tracking dan Treatment).

Sementara Kapolres AKBP Ruruh juga menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan Polres Tuban untuk meningkatkan angka kesembuhan antara lain dengan memberikan suplemen maupun vitamin kepada pasien.

Juga membangun komunikasi dengan pasien melalui video call, memastikan perkembangan kesehatan pasien, memberikan motivasi kesembuhan serta memberikan sembako kepada keluarga yang ditinggalkan menjalani Isolasi.

“Pengaruh kesembuhan ini tidak hanya obat saja tapi membangun imun kemudian mengembalikan tingkat kepercayaan diri. Jangan sampai yang sakit misalkan diisolasi jangan sampai berfikir keluarga saya makan apa ini, makan apa anak-anakku dan lainnya,’’ tandas AKBP Ruruh.(yon)

 

Link Banner