Ini Kata Ketua KONI Soal Santri

oleh -380 views
HARI SANTRI : Ketua KONI Mirza Ali Manshur Hadir dalam Peringatan Hari Santri

TUBAN – Kaum santri identik dengan kaum sarungan, kuno, tradisioanl dan dari kalangan pinggiran. Bisakah santri menyelaraskan langkah di era modern seperti saat ini ?

Itulah refleksi Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017  ini. Bagaimana santri harus bersikap dan mengembangkan dirinya agar tak tergerus jaman. Maka peringatan Hari Santri kali ini, menjadi titik balik balik kaum (yang mengaku) santri untuk kembali membuktikan eksistensinya.

Menurut Ketua KONI Tuban, yang juga pengurus Harian PC GP Ansor Kabupaten Tuban, Mirza Ali Masyur, berbicara terkait santri memang sangat kompleks. Namun, santri yang ideal adalah mampu bertanggungjawab serta menyeimbangkan hubungannya dengan Allah SWT dan terhadap sesama manusia.

Santri ideal, kata dia, juga perlu tanggap menerima era modernisasi, memahami dan menggunakannya untuk kemajuan zaman. Meski begitu, tetap berpegang pada prinsip membangun masyarakat yang lebih baik. Sebagai santri yang baik, harus mampu menyesuaikan diri di setiap jamannya. Termasuk jaman modernisasi, apabila tidak bisa, maka akan banyak golongan lain yang memanfaatkan hal tersebut untuk melemahkan kaum santri.

“Kita sebagai santri di bumi wali harus banyak kreasi, agar golongan-golongan lain tidak mudah melemahkan kita,” ujar Mirza begitu sapaan akrabnya.

Ia membeberkan, orang yang layak disebut santri ialah, semua orang yang dalam menjalankan kehidupannya selalu menghormati orang tua, kiai dan guru. Jika dapat melakukan hal itu, maka layak disebut sebagai santri. Oleh sebab itu, setiap saat santri harus mampu beradaptasi dengan zaman khususnya di semua bidang kehidupan masyarakat.

“Budaya santri yang selalu menghormati orang lain, Insaallah sangat membantu keutuhan NKRI dan Pancasila serta bhineka tunggal ika. Itulah yang perlu  dipegang erat oleh para santri,” ujarnya.(andi).

Link Banner