Inilah Tips Bermedsos dari Humas dan Media Pemkab Tuban

oleh -
Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Rohman Ubaid

Tuban-Seiring berlakunya Undang-undang nomor 19 Tahun 2016, perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Bagian Humas dan media meminta pada masyarakat agar semakin cerdas dalam memanfaatkan internet dan jejaring soaial atau media sosial (Medsos), seperti twitter, facebook maupun yang lainnya.

Menurut Kabag Humas dan Media Pemkab Tubab, Rohman Ubaid, bila masyarakat salah menggunakan medsos maka bisa berurusan dengan aparat hukum. Untuk itu, sebaiknya masyarakat Tuban memanfaatkan perkembangan IT ini dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai gara-gara memposting berita hoax masyarkat harus berurusan dengan aparat hukum. Sebaiknya manfaatkan perkembangan teknologi ini dengan baik,” jelasnya kepada Tabloidnusa.com, Jum’at (30/3/2018)

Ubaid sapaan akrabnya menambahkan, dibentuknya UU ITE oleh pemerintah berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, iktikad baik dan kebebasan memilih teknologi. Semua itu diharapkan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia.

Tidak hanya itu, sebenarnya UU ITE tersebut merupakan niatan baik pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang guna memajukan pemikiran dan kemampuan dibidang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi. Jika dikelola optimal, bertanggung jawab, memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum maka mesos akan bermanfaat bagi para pengguna dan penyelenggara teknologi Informasi.

“Semua jabaran itu sudah tertuang dalam Pasal 3 dan Pasal 4 UU ITE. Jadi kita punya kebebasan, tapi juga harus bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan,” imbuhnya.

Mantan Camat Kerek tersebut menerangkan, kemajuan teknologi tentunya mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif antara lain, mudahnya memperoleh informasi sewaktu-waktu. Bahkan, dapat meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.

“Dan yang harus dicermati adalah dampak negatifnya, karena setiap aturan hukum selain ada tujuan untuk melindungi, juga jeratan hukuman bagi pelangar undang-undang,” paparnya.

Makin tidak terkontrolnya masyarakat penguna medsos saat ini. Baik menyampikan aktifitas sehari-harinya, melakukan kritik dan saran, bahkan sampai menyebar ujaran kebencian yang memancing dan menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat, maka Pemkab Tuban menghimbau agar masyarakat Bumi Wali Cerdas memanfaatkan Medsos. Sebelum menggunakan medsos sebaiknya memahami regulasi yang ada. Tegakan etika bermedia sosial, cek terlebih dahulu kebenaran informasi yang akan dibagikan (share) ke publik. Terutama lebih berhati-hati bila ingin memposting hal-hal atau data yang bersifat pribadi.

Diketahui, jeratan hukum bagi yang melangar UU No 19 Tahun 2016, baik berupa hukuman denda Rp 600 Juta sampai Rp12 Miliar. Ancaman hukuman pidana 6 (Enam) sampai 12 (Dua Belas) tahun penjara, tergantung dari pasal yang dilanggar.(Wandi)

Link Banner