Isi Materi Sekolah Jurnalistik Kepala SKK Migas Ajak Peduli Migas

oleh -
BERI MATERI : Kepala SKK Migas Jabanusa Ali Masyhar saat memberi materi di Sekolah Jurnalistik

Wartawan: Nur Salam

Tabloidnusa.com – Kepala Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar mengisi materi di Sekolah Jurnalistik di SMK Terpadu Tarbiyatut Thullab Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (15/10/2018). Kegiatan ini kerjasama antara PT Pertamina Asset 4 Sukowati Field dengan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban.

Pada kesempatan itu, ali Masyhar mengajak seluruh masyarakat untuk peduli minyak dan gas (migas). Sebab, ketergantungan manusia pada migas sangat luar biasa besar. Sedangkan, migas merupakan sumber alam yang tidak bisa diperbarui. Sehingga penggunaan harus hemat dan terus ditemukan sumber-sumber baru agar kelangsungan hidup manusia terjamin.

Karena, sejak 2003 silam Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara penghasil migas, karena sejak tahun itu, produksi migas lebih sedikit dibanding dengan konsumsi atau kebutuhan.

”Saat ini, negara penghasil migas terbesar adalah Venezuela, Indonesia tidak lagi sejak 2003,’’ ujarnya.

Karena itu, katadia, pemerintah terus berupaya menemukan cadangan baru migas harus terus dilakukan. Melalui SKK Migas, pemerintah mendorong perusahaan migas untuk terus melakukan eksplorasi atau mencari sumber-sumber migas baru.

‘’Namun, banyak kegiatan eksplorasi yang gagal menemukan migas. Kalau sudah seperti itu, biaya besar hilang,’’ terangnya.

Resiko kehilangan banyak biaya itu, yang membuat banyak pengusaha nasional tak berani investasi di bidang migas, khususnya eksplorasi. Maka, negara mengundang pengusaha asing untuk masuk. Hanya, banyak kasus, upaya kegiatan eksplorasi migas banyak diprotes dan mendapat gangguan.

‘’Belum-belum sudah didemo dan sebagainya. Tolong dibantu perusahaan-perusahaan tersebut. Itu untuk mencari sumber migas yang juga untuk kelangsungan kehidupan negara ini,’’ terang alumnus pesantren Futuhiyah, Mranggen, Magelang ini.

Persepsi itulah yang menurut dia harus diluruskan. Tingginya resiko kehilangan modal membuat banyak pengusaha yang enggan eksplorasi. Sehingga, jika ada perusahaan yang melakukan eskplorasi, masyarakat diminta mendukung agar kegiatannya lancar. Kalau berhasil menemukan cadangan migas baru, akan menjadi sumbangan untuk negara.

‘’Tentu manfaatnya untuk warga setempat juga besar. Seperti lapangan Banyuurip di Bojonegoro itu besar produksinya dan manfaatnya. Coba bantu dan upayakan, nanti cadangan migas seperti itu ditemukan di Tuban,’’ pintanya.

Sebagian besar pembangunan di negeri ini, sejak Indonesia merdeka dibiayai dari sektor migas. Sehingga, jika migas tidak banyak menghasilkan, maka juga akan mengganggu pembangunan.

‘’Makanya upaya pemerintah, dalam hal ini SKK Migas yang ditunjuk sangat serius untuk menemukan cadangan-cadangan baru migas. Tolong negara ini dibantu, dengan doa, upaya dan dukungan pada perusahaan migas yang sedang berusaha,’’ tandasnya.(lam/wan)

 

Link Banner