Jangan Korupsi dan Komersilkan Jabatan di Kemenag

oleh -14 views
KOMITMEN: Kepala Kantor Kemenag Komiten Tidak Ada Korupsi

Wartawan : Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Kepala Kantor Kemenag Tuban Sahid meminta tidak ada korupsi di jajaran kemenag Tuban. Sebab, dia mengibaratkan Kementerian Agama (kemenag) seperti orang yang mengenakan baju putih. Sedikit saja dia terkena noda, akan jelas terlihat bekasnya.

Hal itu disampaikan dalam acara rapat kerja (raker) pelaksanaan anggaran tahun 2020 di aula, Kamis, (16/01/2020). Rapat diikuti oleh 65 orang terdiri dari pejabat, pengelola dipa dan pembantu bendahara pengeluaran.

“Menurut Menteri Agama, ada tiga prioritas aksi tentang korupsi, yakni pertama tutup semua pintu peluang untuk terjadinya korupsi. Kedua, buka kehadiran ‘whistle blower’ dan ketiga tindak tegas pelanggar, administrasi maupun hukum,’’ ujar Sahid.

Pria humoris ini menambahkan, ada lima pesan menteri saat penyerahan dipa 2020 di lapangan Banteng, Jakarta. Yakni manfaatkan anggaran sebaik-baiknya dengan melakukan berbagai terobosan.

Kemenag Tuban harus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah setempat untuk sharing dana dan kegiatan yang tidak ada anggaran dari Kementerian Agama.

Pelajari dan telaah kembali dipa, bila perlu lakukan revisi untuk pencapaian target.  Mengecek secara seksama dengan baik. Fokus untuk tugas dan fungsi kemenag serta segera menyelesaikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

‘’Hindari kesalahan dan tetap berkomitmen mempertahankan wajar tanpa pengecualian,’’ katanya.

Sementara itu,  Perencana Madya  Kemenag Tuban, Arifin, mengatakan kepada pelaksana laporan dipa untuk segera membuat laporan kegiatan. Baik itu kegiatan sosialisasi, pertemuan, monitoring, maupun yang lain.

Selanjutnya setelah disusun rencana kerja maka disusun juga rencana penarikan dan diperhatikan betul-betul bagi bendahara pengeluaran.

“Jangan sampai kegiatan menumpuk di akhir tahun. Ini sangat berpengaruh pada penyerapan DIPA. Evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2019 dan susun laporannya segera jika belum selesai,” pintanya.

Sedang untuk Sekjen tidak ada kegiatan sama sekali, kecuali bantuan operasional Forum Kerukunan Umat Beragama senilai Rp 40 juta rupiah. Tahun ini bantuan turun karena tahun 2019 sebesar Rp 50 juta rupiah.

“Untuk pemaparan dipa masing-masing seksi dan satker akan disampaikan kemudian,” tandanya. (yon)