Kali Pertama Terima CSR dari PT SIG, Desa Gaji Tancap Gas

oleh -

TUBAN

Wartawan : Eka Febriyani

Tabloidnusa.com– Desa Gaji Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kali pertama menerima dana corporate social responsibility (CSR) dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Program diterima masyarakat melalui organisasi masyarakat setempat (OMS). Dana tersebut langsung digunakan untuk mengembangkan potensi desa. Desa Gaji tancap gas agar cepat maju.

‘’Meski baru pertama menerima CSR namun, Desa Gaji langsung menjadi panutan. Karena tingkat penyerapan dananya langsung tinggi,’’ ujar Community Development Officer SIG Siswanto di sela-sela kegiatan evaluasi dan monitoring program CSR tahun 2020.

Kegiatan dilaksanaan di balai Desa Gaji Selasa (26/1/2021). Selain Siswanto dan tim, hadir juga Kepala Desa Gaji Ratna Yunita didampingi seluruh perangkat desa.

Selain itu, Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Maju Sejahtera Desa Gaji Supriyanto serta perwakilan OMS juga hadir.

Menurut Siswanto, agar program pemberdayaan tersebut bisa berkembang sesuai harapan, harus dilakukan monitoring dan evaluasi.

‘’Harus dimonitor dan dievaluasi terus agar target tercapai dan berkembang sesuai yang diinginkan,’’ katanya.

Sementara, Koordinator FMK Supriyanto mengatakan, di Desa Gaji ada dua program yang dikembangkan dari dana CSR Rp 225 juta yang diterima. Kegiatan unggulannya adalah kebun agrowisata. Kemudian kegiatan pengembangan seni budaya melalui pembentukan grup karawitan.

Taman agro memanfaatkan lahan milik desa seluas 250 meter persegi lebih. Di lokasi ditanami pisang cavendish, alpukat dan jambu kristal. Sedang grup karawitan dan campur sari sudah aktif.

‘’Dua program ini masih butuh pengembangan. Harapan kami tahun depan kerjasama ini masih terus dilakukan,’’ katanya.

Kepala Desa Gaji Ratna Yunita mengatakan, sebelumnya desa yang dia pimpin belum mendapat dana CSR. Karena itu, harapan dia kerjasama dengan PT SIG terus dilakukan. Sehingga masyarakat bisa sinergi dengan perusahaan.

‘’Kami sangat berterimakasih diberi program. Ini yang pertama kami terima, harapan kami terus sehingga bisa mendukung pengembangan desa yang kami canangkan,’’ terang Kades.

Di lahan milik desa, lanjut Ita, panggilan akrabnya, selain untuk kebun agro juga akan dikembangkan peternakan ayam, juga kegiatan produktif lainnya.

‘’Semua kegiatan dilakukan masyarakat, namun asetnya dikelola desa. Sehinggga ada pendapatan asli untuk desa dan masyarakat juga bisa berdaya secara ekonomi,’’ beber dia.

Dalam benak Kades yang baru sekitar setahun menjabat ini, ada banyak program yang akan dilakukan untuk memajukan desa. Salah satunya adalah pengembangan batik gedok.

‘’Asal muasal dan pusat batik gedok Kerek itu dulunya ya dari Desa Gaji. Perajinnya dari ini kebanyakan. Karena itu, nanti juga akan kita buat sentra batik gedok. Semoga PT SIG bisa mendukung kami untuk semua rencana pengembangan itu,’’ harapnya.(yon)