Karena Sebatang Kayu Kakek Ini Dituntut Setahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

oleh -219 views
PASRAH : Nasib Terdakwa Suparman saat Disidang. Dia Mengaku Pasrah Atas Nasibnya

 TUBAN – Mengambil sebatang kayu ukuran 3 meter x 13 centimeter (cm), Parman (64) warga Desa Sidotentrem, Kecamatan Bangilan dituntut hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider satu bulan kurungan. Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Ninik Indah Wijati dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tuban Selasa (28/11).

Kakek Parman diduga mencuri kayu tersebut dari hutan di  petak 39b RPH  Kejuron, BKPH Bangilan, KPH Jatirogo pada bulan Agustus 2017 lalu.  Kayu itu diambil untuk mengganti usuk rumahnya yang rusak. Parman memotong kayu menggunakan gergaji dan sebilah kapak. Saat pulang dari hutan, dia berpapasan dengan polisi hutan yang sedang berpatroli. Sehingga langsung ditangkap dan diserahkan pe polisi. Sejak Agus itu, kakek Parman langsung ditahan.

‘’ Atas perbuatannya, terdakwa dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider satu bulan kurungan. Karena melanggar pasal 28 ayat (1) huruf b UU RI no 8 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan (P3H),’’ ujar JPU Ninik Indah Wijati.

Terdakwa Parman mengaku pasrah dengan tuntutan jaksa tersebut. Dia mengatakan, mengambil kayu tersebut karena terpaksa dan benar-benar membutuhkan. Dia mengambil kayu bukan untuk dijual atau untuk meraih keuntungan.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim (MH) Carolina Darsus Yuliana Awi bakal dilanjutkan pada Senin  (4/12) depan dengan agenda pembelaan.

‘’Dalam tahapan pledoi atau pembelaan, kita akan mempertimbangkan  fakta persidangan,’’ jelas Humas  PN Tuban Donovan Akbar Kusuma.(salam)