Kawanan Kera Liar “Hantui” Warga Pemukiman Perbon, Tuban

oleh -
Kera ekor panjang berkeliaran ke pemukiman warga

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Kawanan kera berekor panjang yang diduga liar masuk pemukiman padat penduduk Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban. Belasan kera tersebut masuk ke pemukiman karena diduga lapar.

Akibatnya, kawanan kera liar yang masuk kepemukiman padat penduduk tersebut dikeluhkan. Bahkan, hingga saat ini kera itu menghantui warga sekitar.

Salah satu warga Ropii mengaku, resah lantaran kera tersebut kerap merusak dan memakan tumbuhan yang ditanam. Tidak hanya itu, kera juga merusak bangunan atap rumah.

“Kawanan kera berekor panjang itu sudah sering masuk ke pemukiman. Biasanya ada sekitar 10 hingga 14 ekor yang terlihat,” jelasnya kepada Tabloidnusa.com, Sabtu (29/12/2018).

Kawanan kera tak hanya merusak, akan tetapi pernah menyerang hewan ternak milik dua warga Perbon. Kera itu menggigit satu persatu hewan ternak hingga tewas.

“Ada beberapa ekor kambing milik warga Perbon yang digigit kera liar tersebut,” tambahnya.

Adanya ulah kera yang kerap menghantui, warga setempat kemudian memanggil tim BPBD Tuban.

Menanggapi itu, Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono menjelaskan, hasil keterangan beberapa warga, kera yang masuk pemukiman diduga terkena penyakit rabies. Penyakit ini merupakan sangat berbahaya bagi manusia.

“Informasi yang kami terima ada hewan ternak yang mati karena digigit kera ini. Jadi petugas yang akan menangkap kera, kita minta untuk membawa perlengkapan yang aman,” bebernya.

Selanjutnya, BPBD akan berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangani persoalan ini. Harapannya, kawanan kera tidak kembali ke pemukiman. Penanganan sementara BPBD menghalaunya dengan mengunakan alat seadanya, seperti penyemprot pemadam api.

“Kita akan berkordinasi dengan pihak BKSDA untuk menangani ini dan belum berani menindak lebih lanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga juga berupaya menghalau kawanan kera liar. Dengan cara melempari batu dan menghalaunya menggunakan kayu maupun bambu. Namun, belasan kera ekor panjang itu tidak kunjung pergi meninggalkan pemukiman warga dan kembali ke habitatnya di hutan.(Lam/Wn)

Link Banner