Kiswah Jangan Dimasuki Ranah Politik

oleh -159 views

WIDANG-Siang yang begitu panas pada Minggu (17/02) itu tidak mengurangi semangat warga  Ngadirejo-Widang untuk mengikuti rangkaian kegiatan Kiswah (Kajian Islam Ahlussunnah wal jama’ah) dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh PAC Muslimat-Fatayat Widang di Masjid Al-Ikhlas Ngadirejo. Sekitar seribu warga Desa Ngadirejo dan sekitarnya, serta para pengurus MWC NU Widang (beserta Banomnya) dan Kepala Desa Ngadirejo beserta perangkatnya, yang menghadiri acara itu, tetap duduk memenuhi tempat duduk yang disediakan panitia, serambi masjid dan teras-teras rumah warga di sekitar masjid. Sebagian dari mereka hanya menggunakan sebilah kipas yang mereka beli dari para penjual kipas keliling untuk menghilangkan rasa gerah yang begitu terasa.
Tentu saja, kedatangan mereka adalah hanya untuk mendengarkan ilmu tentang ahlussunnah wal jama’ah yang disampaikan oleh KH. Muhajir dari Bojonegoro. Dalam ceramahnya, KH. Muhajir memfokuskan pada 3 hal, yakni: akhlak, ilmu dan amal. Menurutnya, kedatangan nabi Muhammad ke dunia adalah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam cerita turunnya ayat pertama dari Al-Qur’an, yakni ketika Jibril mengatakan “bacalah!” pada Muhammad, ada sebuah pelajaran penting yang dapat dipetik. Dijelaskannya, perintah membaca dari Allah SWT yang disampaikan Jibril bukan berarti nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca, tapi lebih pada bentuk ketawadhu’annya kepada Allah SWT sebagai sumber wahyu dan Jibril sebagai penyampai wahyu itu. Dia meminta agar warga nahdliyin menata dan menghiasi akhlaknya dengan ketawadhuan.
Dia juga menekankan agar warga nahdliyin berilmu. “Tuntutlah ilmu dari lahir sampai telah masuk ke liang lahat,” tandasnya. Menurutnya, jika ilmu seseorang itu banyak, maka amal seseorang itu akan menjadi baik.
“Amal baik bisa membawa manusia menghadap Allah SWT dan mengambil kunci masuk surga-Nya,” ungkap Muhajir untuk menjelaskan pentingnya beramal yang baik. Dia mencontohkan salah satu amal baik yang apabila ditinggalkan akan mengakibatkan dihapusnya seluruh amalan baik yang telah dikerjakan oleh seseorang. Amalan itu adalah membuat hati anak yatim sakit. “Misalkan, saat itu ada penjual es krim keliling lewat. Kemudian, ada seorang anak yatim yang menangis karena ingin sekali minum es itu, tapi ibunya tidak bisa membelikannya. Kemudian kamu membeli es krim itu dan uangmu lebih. Saat uang lebihanmu itu tidak kamu berikan sebagiannya untuk membelikan es krim anak itu, maka saat itulah segala pahalamu terhapus,” jelas Muhajir.

Sementara itu, Ahmad Jamal Ghofir, ketua PAC GP Anshor Widang, mengharapkan gagasan program kiswah yang setiap 3 bulan telah diadakan di Widang itu bisa tetap konsisten berjalan dan bahkan berkembang menjadi program para pengurus MWC NU yang ada di daerah lain. Dia juga mengharapkan acara kiswah tidak dimasuki hal-hal politik. “Saya akan keluar jika acara ini dimasuki hal-hal berbau politik,” ancam Jamal. Tapi, saat acar itu berlangsung, pengurus Muslimat membagikan tanggalan bergambar KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdur Rohman Wahid dan Mahfud MD (ketua Mahkamah Konstitusi). (wakhid)