Kita Pernah Berjaya

oleh -172 views
Sri Wiyono,S.Ag, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban

Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Bangsa yang menghargai sejarahnya. Karena itu, Soekarno, presiden pertama negeri mempunyai ungkapan yang sampai saat ini masih relevan, ‘Jangan sekali-kali melupakan sejarah’ Jasmerah begitu katanya.

Membaca sejarah bukan sekadar membaca romantisme masa lalu. Bukan sekadar bernostalgia dan ngelangut mengenang kebesaran-kebesaran masa lalu yang pernah ada. Atau ngenes mendengar kisah pilu yang pernah terjadi. Karena, dari sejarah kita bisa belajar, bisa mengaca diri, sekaligus bisa mengukur kemampuan dan potensi kita. Kalau dulu kita bisa, kenapa sekarang tidak. Jika tidak bisa maju atau berjaya seperti masa lalu, pasti ada sesuatu yang salah dan harus dibenahi. Barangkali inilah salah satu manfaat sejarah itu.

Tahun ini, Kabupaten Tuban memasuki usia 723 tahun. Sungguh usia yang bisa dibilang purba. Tuban sudah menjadi peradaban sejak tujuh abad silam. Artinya, tujuh abad yang lampau Tuban sudah menjadi perbincangan, sudah menjadi wilayah yang maju dan banyak didatangi orang.

Usia Tuban jauh lebih tua dibanding usia negeri ini. Atau jauh lebih tua dibanding usia kabupaten lain di sekitar Tuban. Artinya pula, bahwa Tuban sudah maju dan menjadi wilayah yang yang diidamkan sejak dulu.

Tengoklah sejarah. Betapa Tuban sudah berganti bupati sebanyak 53 kali sampai saat ini. Sebanyak 38 bupati sebelum masa kemerdekaan, mulai Bupati Dandang Wacono bupati Tuban pertama sampai Soediman Hadiatmodjo. Juga 15 bupati usai kemerdekaan mulai Bupati Fathurrahman Kafrawi sampai Fathul Huda saat ini. Jadi, jika ada kiai yang memimpin atau menjadi bupati di Tuban bukan hal yang aneh. Sebab, pasca kemerdekaan 1945 dua bupati terdahulu juga seoran kiai. Usai Fathurrahman Kafrawi diganti oleh Mostain yang juga kiai.

Sejak dulu Tuban menjadi daerah yang strategis untuk urusan dagang (ekonomi), pemerintahan sampai militer. Masih ingatkan bagaimana pasukan Tar-Tar dari Tiongkok menjadikan Tuban sebagai tempat pendaratan pasukan dan menjadi salah satu lokasi mobilisasi atau markas pasukan kala itu.

Juga bagaimana pasukan penjajah Belanda menjadikan Tuban sebagai salah satu  basis kekuatan. Bahkan, upaya itu terus dilakukan sampai usai kemerdekaan. Saat agresi militer Belanda kedua, Tuban menjadi salah satu wilayah penting yang harus diduduki, hingga melahirkan banyak cerita pertempuran dan tragedi di Tuban.

Dari segi ekonomi, Tuban menjadi daya tarik yang luar biasa. Lokasi yang strategis, sumber daya alam yang melimpah menjadikan Tuban menjadi daerah jujugan untuk investasi. Maka tidak berlebihan jika saat ini bercokol industri-industri besar yang ada di Bumi Wali ini. Baik industri milik BUMN maupun swasta, dan juga modal asing. Dan, industri-industri besar itu masih akan muncul di Tuban di masa mendatang. Saat ini masih ada sejumlah industri besar yang ngantre untuk menanamkan modalnya di tanah ini.

Daerah yang dimasuki industri diharapkan bisa membawa kemakmuran untuk warganya. Karena itu, bupati Tuban sangat getol agar industri-industri besar itu peduli dan memerhatikan warga Tuban. Komitmen pemerintah yang memerhatikan warganya itu, menjadi salah satu syarat agar kesejahteraan segera berimbas untuk seluruh warga.

Pemerintah yang sangat memerhatikan rakyatnya, rakyat yang  mencintai pemimpin dan tanah airnya adalah salah satu komponen penting untuk maju. Bahu membahu antara pemimpin, pemerintah dan  rakyat adalah kunci utama mengejar kemajuan. Dan, tanda-tanda itu sudah mulai muncul di Tuban.

Bupati dan pemerintahnya sangat getol membela kepentingan rakyatnya. Tinggal rakyat yang harus menyambut dengan usaha keras dan tanpa kenal lelah untuk menggapai dan meraih kesempatan itu. Ibarat pemerintah sudah membuka jalan, maka rakyat yang harus berjalan dan menyusuri jalan itu sampai ke tujuan.

Bagaimana kalau jalan itu gelap, banyak lubang atau duri berserakan menghalangi jalan. Di sinilah sikap kreatif rakyat dituntut. Jika jalan gelap, maka rakyat yang mendatangkan sinar. Bisa dengan memasang lampu atau membawa obor kala berjalan. Jika banyak lubang, bagaimana rakyat itu bisa menambal, juga menyingkirkan duri yang berserakan. Artinya, untuk meraih kejayaaan harus mengerahkan tenaga, meneteskan keringan, bahkan berdarah-darah sekalipun. Kerja keras dibutuhkan .

Jangan hanya berpangku tangan, jangan hanya bermimpi tanpa mau melakukan apa-apa. Komitmen dan kebaikan bupati dan pemerintah tidak ada artinya jika rakyatnya hanya duduk diam tanpa mau ikhtiar. Ikan di sungai tidak akan tiba-tiba mendekat dan minta dikonsumsi. Untuk menangkap ikan, dibutuhkan kail, atau jaring atau usaha lain yang harus dilakukan. Pemerintah sudah berusaha memberikan kail, maka rakyat yang harus memancing. Sedang untuk kenyang pun  butuh proses. Butuh menyendok makanan, lalu menyuapkan ke mulut, mengunyah dan menelan. Semua butuh proses, semua  butuh usaha. Bahwa Tuban pernah berjaya itu fakta, jika kita ingin kembali berjaya harus bekerja keras dan berusaha. Tiada hasil tanpa upaya. Selamat ulang tahun Tuban Bumi Wali. Semoga rakyatmu mewarisi semangat para leluhur yang gigih berjuang dan kerja keras demi kejayaan negerinya. Bagaimana dengan kita? Wallahu a’lam.(*)