KKMI Rengel-Grabagan Gelar Workshop K13 Revisi

oleh -
Workshop K13 revisi oleh KKMI Rengel-Grabagan

Wartawan: Edy Suprayogi

Tuban,Tabloidnusa.com-Keluarga besar KKMI Kecamatan Rengel dan Grabagan menggelar Workshop Kurikulum 2013 (K-13) revisi tahun 2017 selama dua hari di Gedung MIN 2 Tuban, mulai Rabu hingga Kamis (19-20/12/2018).

Kegiatan rutinitas tahunan tersebut dibuka langsung Kasi Pendidikan Madrasah Kemenang Kabupaten Tuban, Siti Maulidiyah. Tampak hadir pula Pengawas PAI Rengel, Mujaedkun, Pengawas PAI Grabagan, Srinarti, Pengawas PAI Widang, Ahmad Basar, Ketua KKMI, Ahmad Hudan Mabruri dan seluruh peserta dari Kepala Madrasah Ibtidaiyah dan 82 guru dari 13 lembaga se-Kecamatan Rengel dan Grabagan serta Widang.

Ketua KKMI, Ahmad Hudan Mabruri menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga yang mendukung kegiatan workshop kali ini. “Semoga diikuti dengan seksama untuk menjadikan madrasah yang hebat dan bermartabat kedepan,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kasi Pendma Kemenag Tuban, Siti Maulidiyah menyatakan, profesi guru adalah profesi mulia. Sebab, mengantarkan anak didik menjadi orang hebat. “Selamat dan sukses workshop kali ini. Semoga ilmu kalian menjadi bekal untuk mewujudkan anak didik yang lebih baik lagi kedepan,” tuturnya.

Ia menambahkan, madrasah saat ini menjadi tumpuan utama dalam proses pendidikan. Guna menunjang keberhasilannya harus dengan disiplin, kerja keras dan kerjasama.

“Tak ada sesuatu yang tak mungkin, mari wujudkan madrasah selalu jadi pilihan utama dalam proses pendidikan buat anak didik. Mari kita bekerja sama dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, workshop ini telah menghadirkan narasumber tunggal dari tim Widyaiswara BDK Surabaya, Miftah Sirojudin, S.Ag, MM, M.Pd. Dihadapan peserta, Ia membeberkan, tentang metodologis dalam penyusunan pembelajaran dan RPP Kurikulum 2013 (K13) Revisi Tahun 2017. Dengan berbagai regulasi dan revisi yang dicanangkan pemerintah dari permendikbud nomor 20 tahun 2013 yang direvisi dari tahun 2016, 2017 dan 2018.

“Mari berbagi ilmu, karena demi kemajuan madrasah yang bermartabat dan hebat. Dari regulasi yang ada menjadikan kita untuk kreatif dan berjiwa pedagogik yang lebih profesional,” papar pria asal Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ini.(Edy/Wn)