Konfercab NU Tuban Resmi Dibuka

oleh -

Wartawan: Afif

Tuban,Tabloidnusa.com-Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tuban, Jawa Timur resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pendopo Krido Manunggal Tuban, pada Sabtu (25/8/2018)

Ketua Panitia, Didik Purwanto dalam laporannya mengatakan, sebelum resmi dibuka di Pendopo, panitia telah menyelenggrakan beberap kegiatan. Diantaranya, Silatda, PKPNU, pendidikan kader NU dan seminar pendidikan untuk Pergunu. Hadir dalam acara itu ada 1.500 undangan. Rinciannya, 920 perwakilan ranting se-Kabupaten Tuban, 40 perwaikan MWC NU, 10 undagan Forimpimda, 6 orang dari PCNU tetangga, 30 perwakilan OPD dan camat se-Kabupate Tuban, serta sisanya dari pengurus PCNU.

“Alhamdulillah banyak yang mendukung kegiatan ini. Sehingga, dapat berjalan lancar,” ungkap Didik sapaan akrabnya.

Ditempat yang sama, Tanfidiyah PCNU Tuban, H. Mustain Syukur menjelaskan, kegiatan ini adalah konferensi yang ke-7 bagi PCNU Tuban. Memang awalnya NU berdiri jauh sebelum kemerdekaan yakni sekitar 1935. Namun, berjalannya waktu di Tuban ada 2 cabang, yaitu Tuban Selatan dan Utara. Hingga akhirnya, pada 1983 NU Tuban bersatu bergabung 1 cabang.

“Inilah adalah forum tertinggi di PCNU Tuban, dan untuk memilih kepengurusan yang baru di periode mendatang,” ujar Yai Mustain begitu biasa disapa.

Mantan Ketua DPC PKB Tuban ini juga berpesan, saat mengabdi di NU jangan sampai berambisi pada jabatan. Pokok paling penting ketika di NU harus bisa menghadapi dan mengikuti era keterbukaan publik, demokratif maupun perkembangan teknologi. Selain itu, tugas NU yang paling penting bisa menghadapi paham radikalisme maupun paham lain.

“Semangat berjihad melalui NU terus dikobarkan dan dihidupkan. Karena bagaimanapun pendiri NU juga ikut merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” paparnya.

Ia menambahkan, selama 5 tahun PCNU Tuban sudah berjalan sesuai visi dan misi serta program yang ditentukan. Namun, pengurus menyadari masih ada beberapa kendala terutama pada sumber dana dan SDM. Kendati demikian, semua kendala-kendala yang ada dapat teratasi dan selama 5 tahun berjalan pengurus mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Secara keseluruhan kepengeuruan periode ini telah mampu membangun pondasi dan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dinamis. Seperti mengantarkan kader terbaik NU menjadi Bupati da Wakil Bupati periode kedua. Meski NU tidak terlibat politik praktis dalam hal dukug-mendukung. Karena NU bukan partai politik,” urai kiai asal Montong ini.(Aff/Wn)

Link Banner