LBHA Trisakti Indonesia Jatim Kecam Aksi Teror di Surabaya

oleh -
M. Ali Shodikin

Wartawan: Salam

Surabaya,Tabloidnusa.com-LBHA Trisakti Indonesia Jawa Timur menyatakan sikap dan mengutuk keras atas terjadinya teror serangan bom di beberapa Gereja di Surabaya yang memakan korban jiwa dan luka-luka, pada Minggu (13/5).

Ketua LBHA Trisakti Indonesia Jawa Timur, M Ali Shodikin mengatakan, prihatin dan berduka pada keluarga korban atas terjadinya pemboman di tempat ibadah. Selain itu, mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan teroris dan ikut berbelasungkawa kepada segenap korban.

“Kami meminta kepada masyarakat luas agar tetap tenang dan tabah seraya berhati-hati dan tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Ali sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, rancangan revisi Undang-undang pemberantasan tindak pidana terorisme telah disepakati pemerintah bersama parlemen sejak awal 2016 lalu, pasca penyerangan bom Thamrin yang terjadi pada 14 Januari 2016. Akan tetapi, hingga sampai sekarang rancangan tersebut tak kunjung selesai.

“Rancangan ini secepatnya segera ditindaklanjuti,” imbuh salah satu dosen di Unirow Tuban ini.

Ali menjelaskan, memang pemerintah mengajukan revisi, salah satu tujuannya untuk memudahkan aparat penegak hukum melakukan upaya preventif pencegahan terorisme. Salah satu sorotan diantaranya melibatkan TNI. Kendati demikian di DPR pembahasan revisi itu melalui Panitia Khusus UU Antiterorisme tak kunjung menyelesaikannya, dengan Ketua Pansus adalah Muhammad Syafi’i dari Fraksi Gerindra. Sedangkan wakil ketua Pansus Hanafi Rais (PAN), Syaiful Bahri Ansori (PKB), dan Mayjen TNI (purn) Supiadin Aries (NasDem).

“Rencana pengesahan RUU antiterorisme itu beberapa kali ditunda, termasuk dalam paripurna 26 April 2018 lalu. Karena itu banyak yang mempertanyakan kinerja panitia khusus dalam membahas undang-undang itu,” ujar Ali.

Atas insiden pengeboman tersebut, LBHA Trisakti Indonesia Jatim berharap, pemerintah serius dan segera mengeluarkan Perppu Anti-Terorisme karena berlarutnya revisi UU Anti-Terorisme di DPR RI. Selain itu, mengajak masyarakat untuk menjadi kuat dan tidak menyerah dalam menghadapi aksi-aksi semacam ini, serta menumbuhkan keharmonisan bersama.

“Mari masyarakat jangan mudah terprovokasi dan tetap menumbuhkan keharmonisan bersama,” sarannya.(Lam/Wan)