LPI Hidayatun Najah Gelar Seminar Parenting Skill dan Motivasi Spiritual

oleh -636 views
BERI MATERI : Muhammad Molik saat Memberi Materi dalam Seminar
BERI MATERI : Muhammad Molik saat Memberi Materi dalam Seminar

TUBAN – Untuk meningkatkan kapasitas orang tua siswa, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Hidayatun Najah menggelar seminar Parenting Skill dan Motivasi Spiritual. Acara yang digelar di gedung Budaya Loka Sabtu (10/2/2018) itu diikuti sekitar 600 peserta. Bukan hanya orang tua siswa dari lembaga di bawah LPI Hidayatun Najah saja, karena peserta umum juga bergabung di seminar ini.

Muhammad Molik, salah satu motivator asal Surabaya yang didatangkan sebagai narasumber seminar, mampu menghidupkan suasana. Molik bisa  membuat peserta menangis sesenggukan ketika peserta diajak bermuhasabah atau menghitung serta meneliti diri sendiri.

Kesalahan-kesalahan apa yang sudah diperbuat. Sudah banyak berbuat baik atau belum, sering berlaku jahat atau tidak, sering marah-marah atau tidak, dan lain sebagainya. Lebih baik menghitung atau meneliti kesalahan diri sendiri daripada membahas kesalahan orang lain.

Namun, di sesi lain, narasumber membuat peserta seminar tertawa, bahkan ikut berjoget ketika seminar diselingi game-game lucu, yang menjadikan peserta tidak bosan berada di ruangan, meski seminar berlangsung lebih dari tiga jam.

Dalam seminar  bertema “Sukses Mendidik Anak di Era Digital” sekaligus launching MTs Hidayatun Najah itu, Molik mengajak bagaimana mengelola hidup dalam keluarga. Sebab, apapun yang terjadi dalam sebuah keluarga, akan berpengaruh pada pembentukan pola hidup dan perilaku anak.

BAHAGIA : Para Peserta Seminar Tertawa Lepas dalam Sebuah Sesi Seminar
BAHAGIA : Para Peserta Seminar Tertawa Lepas dalam Sebuah Sesi Seminar

Orang tua adalah contoh atau teladan terbaik baik anak. Karena itu, orang tua harus berusaha menunjukkan teladan terbaik bagi putra-putrinya.  Apa yang dikerjakan orang tua; tingkah laku, dan sikap keseharian orang tua akan terekam  dan menjadi model bagi anak-anaknya yang akan mempengaruhi perilaku anak.

‘’Sabar dengan segala ujian. Karena sikap keluarga itu berpengaruh pada anak-anak. Maksudnya kalau sekeluarga sabar, anak-anakpun ikut sabar.  Jadi, jangan sukanya marah-marah,’’ ujarnya.

Molik mengajak menjalani hidup harus diawali dengan semangat. Hanya, semangat yang ditunjukkan tidak perlu berlebihan atau lebay. Semangat ditunjukkan seperlunya saja atau sesuai dengan porsinya.  Selain itu, bersabar menerima dan menghadapi semua ujian yang datang dari Allah adalah salah satu kunci berhasil menjalani kehidupan.

‘’Selalu bersyukur apapun ujian yang datang. Dan, selalu husnuzon atau berprasangka baik pada Allah. Karena itu, biar hidup bahagia, seringlah tersenyum dan jangan mudah cemberut,’’ pesan dia.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, menata hati dan menumbuhkan rasa syukur adalah hal yang harus selalu diingat dan dilakukan.

‘’Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses. Peserta juga sangat antuasia mengikuti  seminar ini. Semua ilmu yang didapat ini sangat berguna, semoga bisa bermanfaat,” ujar Ketua Panitia seminar Dwi Indandari.(rizqi)