Mari Teladani Sunan Bonang

oleh -397 views
AKRAB : Kapolres Tuban AKBP Sutrisno diapit Dandim Letkol Sarwo Supriyo dan Habib Alwi saat hadir di pengajian akbar haul Sunan Bonang

 

Ulama, Umara dan Rakyat Ngaji Bareng

TUBAN KOTA – Puncak peringatan haul ke 508 Sunan Bonang diisi dengan pengajian akbar di alun-alun Kota Tuban. Ribuan jamaah hadir di pengajian yang mendatangkan sejumlah ulama ini.

Para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) hadir langsung.  Sebut saja Bupati Fathul Huda dan Wabup Noor Nahar Hussein, Dandim 0811 Letkol Sarwo Supriyo, Kapolres AKBP Sutrisno serta pejabat lainnya, termasuk ketua DPRD M.Miyadi. Bahkan, wakil gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga hadir.

Dari jajaran ulama hadir Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa timur K.H A.Hasan Mutawakkil Alallah, Rois Syuriah PCNU Tuban K.H. Kholilurrohman, Ketua Tanfidziyah H.Mustain Syukur serta para habaib. Juga habib Muhammad Al Alaydrus serta K.H.Marzuki Mustamar dari Malang sebagai pembicara.

Dalam sabutannya, Bupati Tuban  Fathul Huda mengajak masyarakat untuk meneladani para wali (auliya),  khususnya Sunan Bonang yang merupakan cikal bakal peradaban Tuban. Dalam dakwahnya Sunan Bonang lembut dan tidak membeda-bedakan golongan, juga toleran serta merangkul semua golongan.

‘’Untuk masyarakat Tuban mari meneladani Mbah Bonang, beliau guru, tauladan yang yang ikhlas dan penuh kasih sayang,’’ pintanya.

Sementara, Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Hasan Mutawakkil Allalah meminta untuk meneladani sikap istikhomah Mbah Bonang dalam beribadah dan amaliyah untuk umat.

‘’Istikhomah yang harus tetap kita pegang teguh agar hidup kita selamat,’’ katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Habib Muhammad Al Alaydrus Assegaf dari Mesir dan K.H.Marzuki Mustamar. Keduanya mengingatkan pentingnya meneladani para wali  yang merupakan penerus Rasulullah di tengah masyarakat masyarakat yang semakin maju ini.

Sikap istikhomah, rendah hati, lembah lembut dan toleran menjadi modal utama menjaga keutuhan bangsa. KH Marzuki juga mengapresiasi kehadiran Dandim dan Kapolres di tengah jamaah dan ikut ngaji bareng. Hal itu menunjukkan kepedulian dan sikap memasyarakat sebagai pemimpin atau pejabat (umara) dengan rakyatnya. (edy).