Masih Tanam Kayu Putih, 4 Desa di Tuban Diberi Sertifikat Pemberdayaan Presiden RI

oleh -

Wartawan: Afif

Tuban,Tabloidnusa.com-Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo memberikan sertifikat pemberdayaan kepada 4 desa di Kabupaten Tuban karena masih mengembangkan tanaman pohon kayu putih. Sertifikat pemberdayaan tersebut langsung diberikan Joko Widodo kepada Bupati Tuban, H Fathul Huda di Istana Negara, pada Kamis (20/9/2018).

Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengatakan, sertifikat ini diperoleh 4 Desa di Kabupaten Tuban yaitu Desa Pakel Kecamatan Montong, Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding dan Desa Tegalrejo serta Desa Tahulu Kecamatan Merakurak. Dari sertifikat ini keempat desa tersebut akan mendapatkan bantuan tekhnologi dan fasilitasi pengolahan minyak atsiri (Kayu Putih). Bantuan ini diberikan karena potensi tanaman kayu putih di Kabupaten Tuban yang masih bisa dikembangkan.

“Saya berharap bantuan yang diterima ke-empat desa ini dapat digunakan sebaik-baiknya dan dapat dioptimalkan guna pemberdayaan masyarakat. Sehingga, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar bupati yang juga mantan Ketua PCNU Tuban itu.

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo menyebutkan, reforma agraria dan perhutanan sosial menjadi kunci dalam sertifikasi tanah. Dengan begitu, target sertifikasi tanah seluas 3 juta hektare tercapai pada tahun ini.

“Ukurannya hektare bukan meter persegi. Sehingga besar sekali, tapi kalau pembagian tidak benar ya sampai kapan pun enggak akan rampung-rampung. Sehingga reforma agraria, dan perhutanan sosial, betul-betul sekarang jadi konsentrasi kita,” ungkap Jokowi

Jokowi menambahkan, sebanyak 126 juta bidang tanah yang harus disertifikasi. Akan tetapi, hingga 2015 baru 46 juta bidang yang tersertifikat. Sehingga, masih ada 80 juta bidang yang harus disertifikasi, oleh sebab itu pemerintah terus menggeber program sertifikasi tanah tersebut.

“Pada 2017 pemerintah sudah memberikan 5 juta sertifikat tanah kepada masyarakat. Jumlah itu 10 kali lipat lebih banyak dari yang diberikan pada 2015. Tahun ini target sertifikasi tanah naik menjadi 7 juta dan 2019 menjadi 9 juta sertifikat tanah,” bebernya.(Aff/Wn)