Menjaga Kerukunan Umat Beragama Tetap Kondusif

oleh -39 views
UNTUK PERDAMAIAN: Dialog LInstas Agama Bisa Menjadi Modal Perdamaian

Wartawan: Eka Fabriyania 

Tabloidnusa.com – Pusat Kerukunan Antar Umat Beragama (PKUB) Jakarta, menggelar dialog lintas agama di Tuban.

Acara terkait pemeliharaan dan penguatan kerukunan umat beragama Di Kabupaten Tuban ini digelar Kamis (18/04/2019) di Fve Hotel.

Hadir Kepala Bidang Lembaga Kerukunan Agama Dan Lembaga Keagamaan Kemenag, Ali Foesra, MM beserta tim, Kepala Kemenag Tuban dan sejumlah elemen lainnya. Sementara peserta melibatkan perwakilan ormas, NU dan Muhammadiyah, FKUB, MUI, perwakilan berbagai agama, dan kemenag.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Sahid dalam arahannya mengatakan, dialog tersebut bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat. Juga untuk memperlancar komunikasi antarormas, tokoh agama, budaya dan etnis.

‘’Menumbuhkan wawasan, sikap saling menghargai dan mempercayai di antara pemimpin maupun pemuka agama,” ujar Sahid.

FKUB kata dia,  merupakan program andalan Kemenag Pusat. Karena itu, sebagai forum yang menjadi wadah tempat berkumpulnya para tokoh agama dan elemen masyarakat, FKUB mempunyai kewajiban untuk memelihara dan menjaga kerukunan.

“Untuk memelihara kerukunan, kita menginventarisir kearifan-kearifan lokal yang dapat mendukung dan mendorong kerukunan umat beragama,” tuturnya.

Melalui dialog tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang lebih harmonis antara pemimpin agama dari agama yang berbeda. Tuban di kenal sebagai daerah dengan penduduk yang heterogen, dengan pemeluk agama yang kondusif, menghormati satu sama lain.

“Yang paling utama adalah meningkatkan keterbukaan, saling pengertian, saling mempercayai, serta saling menghargai di antara pemimpin agama,” katanya.

Sedang Kepala Kesbangpol Didik Purwanto, S.Pd, MM, memberikan pemahaman, pengetahuan dan mendorong meningkatkan pemantapan wawasan kebangsaan bagi tokoh agama dan ormas keagamaan se-Kabupaten Tuban.

Khususnya dalam menjalankan Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama Dan Pendirian Rumah Ibadah.

Sementara Ali Foesra, MM,  dalam paparannya mengatakan, bahwa pemerintah melalui peran dan fungsi Kementerian Agama hadir memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama dengan berbagai fasilitasi.

Kementerian Agama menyelenggarakan pelayanan publik di bidang keagamaan dengan tiada henti melakukan inovasi. Memasuki Tahun  2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama  telah digariskan.

Yakni, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama Juga meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

” Saya berpesan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah,’’ kata dia.(yon)

Link Banner