Mereka Minta Bupati Bela Petani

oleh -

*Tolak impor beras

TOLAK IMPOR BERAS : Para Aktivis PMII Tuban Menolak Kebijakan Impor Beras
TOLAK IMPOR BERAS : Para Aktivis PMII Tuban Menolak Kebijakan Impor Beras

TUBAN – Sampai detik ini, belum ada sikap tegas dari Bupati Tuban Fathul Huda atau  sikap resmi pemkab terhadap kebijakan rencana impor 500 ribu ton beras yang dilakukan pusat. Padahal, kabupaten Tuban adalah salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Artinya, panen padi di Bumi Wali ini mampu mencukupi kebutuhan pangan warganya sendiri. Bahkan berlebih.

Rencana kebijakan impor beras, dikhawatirkan, dan hal ini sudah jamak terjadi, impor beras akan memicu rendahnya harga jual hasil panen petani. Diperkirakan Februari sampai Maret ke depan, bakal panen raya padi. Sehingga, gabah akan melimpah di Tuban. Ketika gabah melimpah dan beras impor datang, mimpi buruk akan terjadi. Gabah petani bakal dihargai rendah, karena di pasar sudah banjir beras impor.

Karena itulah, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PC PMII) Tuban Jumat (26/1/2018) pagi menggelar demo. Para mahasiswa ini ingin mengingatkan bupati bahwa ada ancaman besar bagi petani Tuban. Jika panen raya dilaksanakan, dan beras-beras mancanegara itu datang, maka hasil jerih payah petani itu tak akan sesuai. Terlalu banyak keringat yang harus dibuang petani, sementara hasil yang didapat hanya mengundang kerut dahi petani, lantaran terlalu sedikit hasil yang didapat.

Ketua PC PMII Tuban Habib Mustofa membeber data, panen padi di Tuban terus meningkat. Pada 2015 misalnya hasil panen sebanyak 539.013 ton, sedangkan tahun 2016 menjadi 572.887 ton. Ratusan ribu ton gabah hasil panen itu bisa yak berarti jika pasar dibanjiri beras impor.

 

MINTA BUPATI TEGAS : Aktivis PMII Minta Bupati Tegas Bela Petani
MINTA BUPATI TEGAS : Aktivis PMII Minta Bupati Tegas Bela Petani

Sayang, demo yang diikuti sekitar 20 an aktivis dengan almamater biru itu tak ditemui bupati. Mahasiswa yang tertahan di depan gerbang masuk kantor bupati itu hanya ditemui Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Murtadji, yang tentunya saja tak punya kebijakan untuk mewakili pemkab Bumi Wali.

Murtadji hanya menjanjikan para aktivis ini akan difasilitasi ketemu dengan bupati untuk membahas hal itu. Karena impor beras adalah kenijakan pusat. Sedangkan para mahasiswa ingin sikap resmi bupati atau Pemkab Tuban menolak impor beras, sebagaimana kabupaten Bojonegoro melakukannya.

Janji yang diberikan Murtadji itu dipegang para mahasiswa. Mereka mengancam jika dalam waktu satu minggu belum terjadi pertemuan dengan bupati, aktivis PMII akan demo lagi dengan masa yang lebih besar.

‘’Hari ini hanya perwakilan saja. Saya ingin bupati menyatakan sikap yang membela petani dengan menolak impor beras. Kami tunggu janji itu,’’ kata Habib Mustofa.

Sementara Murtadji mengatakan, beberapa bulan ke depan akan mulai panen raya. Puncaknya diperkirakan di Maret dengan perkiraan produksi sampai 23 ribu ton lebih. Panen masih akan terjadi sampai April. Jika ditambah dengan hasil panen mulai Januari, diperkirakan lebih dari 41 ribu ton gabah yang dihasilkan. Jumlah itu berlebih untuk mencukupi kebutuhan pangan di Tuban. Jadi, kita tunggu saja bagaimana sikap resmi bupati.(rizqi)

Link Banner