Mimpi Punya Jembatan Tak Lama Lagi Terwujud

oleh -102 views
BAHAS JEMBATAN: Rakor di ruang kerja Wabup Tuban untuk Membahas Pembangunan Jembatan

Wartawan: Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Tak lama lagi, mimpi warga Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban terwujud. Warga Desa Pesen di Kanor dan Desa Ngadirejo di Rengel sangat lama berharap jembatan.

Tahun ini, proses pembangunan jembatan sudah dimulai. Sehingga, ke depan, warga di desa-desa di tepian Sungai Bengawan Solo itu tak perlu lagi menumpang perahu untuk menyeberang. Sebab, jembatan sudah terhubung.

Rencana membangun jembatan penghubung dua desa di dua kecamatan itu sudah direstui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur sudah menyaksikan langsung dan meneken perjanjian antara Tuban dan Bojonegoro.

Gubernur Khofifah menyerukan pentingnya persatuan seluruh warga Jawa Timur.

‘’Persatuan menjadi hal yang penting dalam penyelenggaraan pembangunan di Jatim. Tanpa persatuan maka ketertiban umum di masyarakat agar terganggu,’’ ujarnya.

Jembatan rencananya dibangun sepanjang 200 meter dengan biaya patungan antara Pemprov Jatim; Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban. Pembangunan jembatan ini akan melintasi Sungai Bengawan Solo dan ditargetkan selesai pada tahun 2024.

Saat ini, lanjut Gubernur, tren pembangunan berbasis kewilayahan. Artinya, proses pembangunan di Jawa Timur melibatkan sejumlah pemerintah daerah dengan mengusung grand design yang sama.

Proses pembangunan mengedepankan sinergitas dan koordinasi antarpemerintah kabupaten dan kota dalam memajukan masing-masing wilayahnya.

Menurut Gubernur, pembangunan jembatan itu dilakukan dengan sistem partnership antara Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Pembangunan untuk meningkatkan konektivitas antarwarga di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro serta upaya produktif yang mendukung efektifitas dan efisiensi.

“Diharapkan dengan dibangunnya jembatan ini dapat meningkatkan nilai perekonomian, kualitas kesehatan, dan pendidikan, terutama bagi warga Kecamatan Kanor dan Rengel,’’ harapnya.

TEKEN MoU : Wabup Tuban Noor Nahar Hussein Saat Menandatangani Perjanjian Pembangunan Jembatan

Menindaklanjuti perjanjian tersebut, digelar rakor antara Bupati Bojonegoro dan Wakil Bupati Tuban. Rakor di ruang kerja Wabup Tuban Selasa (28/05/2019) itu dihadiri Sekda Tuban dan Bojonegoro serta sejumlah pimpinan OPD terkait dari dua kabupaten.

Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muáwanah menyampaikan, pembangunan jembatan direncanakan mulai awal tahun 2020. Sehingga pada tahun 2019 ini seluruh persyaratan administrasi dapat diurus dan diselesaikan.

‘’Tidak hanya itu, pembebasan lahan juga ditargetkan rampung pada tahun ini,’’ katanya.

Berkaitan pola partnership antara pemkab Bojonegoro dan Tuban, Ana menyatakan bahwa pembangunan menitikberatkan pada pengembangan kawasan. Karenanya, besaran pembiayaan akan ditanggung kedua pihak.

‘’Terkait dengan pembebasan lahan, Pemkab Bojonegoro dan Tuban akan mengedepankan cara persuasi dan edukasi kepada warga secara intensif,’’ ungkapnya.

Juga dengan memberikan pemahaman bahwa proyek pembangunan jembatan akan membawa berbagai manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah. Pemkab juga akan memberikan biaya pembebasan lahan yang sesuai.

“Yang terpenting masyarakat yang pindah mendapatkan tempat yang lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Sementara Wabup Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si menuturkan bahwa pembangunan jembatan saat ini sudah dilimpahkan sepenuhnya ke pemkab Bojonegoro dan Tuban. Hal ini dimaksudkan agar mempercepat proses pembangunan.

Pembangunan jembatan akan diserahkan ke Pemkab Bojonegoro agar mempercepat dan memudahkan proses tender. Namun, aset tanah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel, yang telah dibebaskan tetap menjadi milik Pemkab Tuban.

‘’Sedangkan pemkab Bojonegoro memperoleh kewenangan berupa hak guna pakai,’’ tuturnya.

Wabup Tuban menambahkan pembebasan lahan akan  melibatkan warga kedua desa. Sehingga  masyarakat dapat menerima adanya pembangunan jembatan ini. Pembangunan jembatan ini menjadi perwujudan dari aspirasi masyarakat.

‘’Dengan demikian akan mewujudkan efektifitas dan efisiensi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan di bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain,” jelas Wabup. (yon)