Musim Hujan, Produksi Gerabah Menurun

oleh -
BUTUH MATAHARI : Salah Satu Perajin saat Menjemur Gerabah. Agar kering Butuh Sinar Matahari Langsung
BUTUH MATAHARI : Salah Satu Perajin saat Menjemur Gerabah. Agar kering Butuh Sinar Matahari Langsung

TUBAN – Gerabah merupakan kerajinan rumahan yang ada di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban merupakan budaya warisan nenek moyang sejak masih eksis sampai sekarang.

Grabah yang di produksi di kelurahan ini bermacam- macam jenisnya. Seperti kuali yang biasa digunakan untuk tempat ikan. Juga pot bunga, wajan, dan cobek serta aneka bentuk lainnya. Tetapi produk yang paling banyaj adalah adalah kuali.

BERKURANG : Produksi Gerabah di Musim Hujan Berkurang
BERKURANG : Produksi Gerabah di Musim Hujan Berkurang

Pada musim hujan sepeti ini, para pengrajin gerabah ini mengeluh karena produksi turun. Sebab, sebagian besar, produksi gerabah mengandalkan sinar matahari untuk menjemur dan membuat gerabah kering dan siap dibakar.

‘’Kalau musim hujan seperti ini produksi kurang bagus,’’ ungkap Sukarlip (53) salah satu pengrajin gerabah di RT 03 RW 04 Kelurahan Karang.

MASIH BERTAHAN : Kerajinan Gerabah Merupakan Warisan Budaya yang Masih Eksis
MASIH BERTAHAN : Kerajinan Gerabah Merupakan Warisan Budaya yang Masih Eksis

Biasanya, kata dia, sehari – hari bisa memproduksi 150 – 200 kuali. Tetapi pada musim hujan seperti ini hanya bisa memproduksi 50 – 100 kuali saja. Untuk hasil yang bagus, kuali atau gerabah bentuk lain yang sudah dibentuk dijemur di bawah terik matahari langsung. Setelah kering dikumpulkan, dan setelah mencapai ribuan baru dibakar.
‘’Jadi, kalau musim hujan produksinya dikurangi,’’ terang Tatik perajin lainnya.(salam)

Link Banner