Mutasi 108 Pejabat Jelang Lengser, Ini Kata Kang Yoto

oleh -172 views
LANTIK PEJABAT : Bupati Bojonegoro Suyoto saat Melantik Pejabat Baru pemkab Bojonegoro

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Suyoto atau yang akrab disapa Kang Yoto kembali memutasi pejabatnya. Kali ini 108 pejabat yang dimutasi. Pelantikan dilaksanakan di pendapa Malowopati Bojonegoro Senin (16/10) sore.

Rinciannya adalah pejabat eselon II sebanyak 6 orang, eselon III sebanyak 32 orang, eselon IV sejumlah 70 orang dan 1 orang pejabat eselon IV selaku pejabat fungsional umum.

Beberapa pejabat di lingkup pemkab yang dilantik di antaranya adalah Moch Chosim yang semula Kepala Bagian Hukum dan Perundang Undangan menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik. Kemudian dr Anik Yuliarsih yang semula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana menjadi Staf Ahli Bupati. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Anik diisi oleh Adi Witjaksono yang sebelumnya Kepala Dinas Sosial.

Helmy Elizabeth yang semula staf ahli bupati menduduki jabatan baru sebagai Pj Kepala Dinas Sosial. Staf ahli lainnya Nanik Susmiarti menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Sedangkan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Dandy Suprayitno menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

SUMPAH JABATAN : Bupati Suyoto saat Menagmbil Sumpah Jabatan Pejabat Baru

Saat sambutan, Kang Yoto menyampaikan bahwa harta,uang dan jabatan bisa mendatangkan keberkahan atau sebaliknya menjadi sebuah musibah. Ada hikmah penting dari semua yang kita jalani dan lakukan. Selama fokus pada sebab, maka akan membawa dampak yang positif.

Ibaratnya bekerja, selama dilakukan total baik tanpa ada pamrih untuk mendapatkan jabatan, namun karena prestasi dan kinerja,  justru meraih kedudukan atau jabatan. ‘’Tuhan kita menjanjikan kepada setiap orang yang beramal saleh dan memiliki keimanan,  maka akan mendapatkan kehidupan yang baik atau balasan yang baik pula,’’ pesannya.

Karena itu, menurut dia, hidup jangan hanya mengejar jabatan, karena jabatan itu akan dipergilirkan. Jabatan mengandung akibat, dan bisa menjadi sebuah sebab. ‘’Karena jabatan itu giliran, maka dijalani dan diterima serta menjadikan jabatansebagai ladang untuk berbuat baik,’’ katanya. (rizqi)