NUsa Peduli 29//NUsa Peduli untuk Adit dan Meli

oleh
DIBAGIKAN SECARA TUNAI: Siswa dari MI Al-Falahiyah Jenu Tuban saat menerima santunan.


JENU – Kekurangan tidak menjadi penghalang untuk menuntuk ilmu. Itulah yang ditunjukan oleh dua siswa asal Desa Sumurgeneng Jenu ini. Mereka adalah Lucky Aditya Putra (kelas 4) dan Meli Mustika Sari (kelas 1). Keduanya adalah anak yatim dan hidup dalam kondisi yang serba terbatas.
Lucky dan Meli tercatat sebagai siswa di MI Al-Falahiyah. Untuk memberikan tambahan dorongan semangat kepada mereka, pada edisi ini NUsa Peduli menyalurkan dana kepada mereka berdua. Bantuan disalurkan pada Kamis (25/09) lalu. Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai, sebesar Rp. 30 ribu.
Ahmad Sulaiman, ketua yayasan di lembaga tersebut menjelaskan, Lucky Aditya Putra berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu, dan dia bahkan sejak masih duduk di bangku RA sudah ditinggal oleh bapaknya. Adit sapaanya akrabnya, kini tinggal berdua dengan ibunya.
Sama seperti Aditya, Meli Mustika Sari berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ketika mau beranjak naik kelas RA A, Meli sudah ditinggal oleh bapaknya. Kini Meli tinggal bersama ibu dan neneknya.

Tetapi keterbatasan tidaklah menjadi penghalang untuk mereka berprestasi, “Mereka berdua termasuk anak-anak yang disiplin dan cerdas. Keduanya selalu mendapat peringkat di kelasnya masing-masing, ungkap salah satu ustadzah yang selalu memperhatikan belajarnya. (amin)