Nyunggi Hape, Petani Widang Meninggal

oleh -
DIPERIKSA : Petugas Puskesmas didampingi Babinsa dan Polsek saat memeriksa jenazah korban

WIDANG – Sebaiknya berhati-hati jika membawa handphone (hape) dalam kondisi mendung atau hujan. Karena nasib nahas menimpa Sunandar,32, petani warga desa Mrutuk, Kecamatan Widang. Pria tersebut meninggal dunia tersambar petir setelah nyunggi hape dalam kondisi on (aktif) di tengah cuaca mendung dan hujan.

Kepala  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono menjelaskan, berdasarkan laporan yang dia terima, kejadian itu pada Minggu (12/11) sore sekitar pukul 15.00. Korban Sunandar berniat pulang karena kondisi hujan dan mendung. Dalam perjalanan pulang itu, korban membawa cangkul dan hape dalam kondisi aktif.

Tak ingin hapenya terkena air hukan, hape tersebut disunggi di atas kepalanya kemudian ditutupi dengan topi yang dia pakai. Mendadak, petir menyambar korban, sehingga korban meninggal dunia. ‘’Korban ditemukan sepupunya bernama Sugianto, dalam keadaan tergeletak di pematang sawah. Pakaian korban robek dan kulit tangannya gosong,’’ jelasnya.

Selanjutnya korban dibawa pulang bersama warga ke rumah duka untuk diperiksa petugas medis dari Puskemas Widang. Polsek Widang juga sempat mendatangi lokasi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Sehingga disimpulkan korban meninggal karena tersambar petir.

‘’Korban sudah dimakamkan oleh keluarganya,’’ kata Joko yang juga mantan Camat Widang  tersebut.(rizqi)