Pelajari Pengelolaan TPI dan PPP, DPRD Tuban “Berlabuh” di Rembang

oleh -
Kungker ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

Tuban-Komisi B DPRD Kabupaten Tuban terus melakukan kunjungan kerja (Kungker) demi meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat nelayan. Kungker kali ini Komisi B yang dipimpin oleh Karjo langsung “berlabuh” ke kabupaten tetangga, yakni Rembang, Jawa Tengah, pada Kamis (5/4/2018).

Pada kunjungan tersebut komisi B diterima Kabag Keuangan, Kabupaten Rembang, Rusdianto bersama staf. Dihadapan Rusdianto, komisi B menanyakan terkait pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) di Kabupaten Tuban yang dinilai sudah optimal.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tuban, Karjo menerangkan, kungker ini dalam rangka meningkatan kesejahteraan masyarakat Tuban, khususnya bagi petani dan nelayan. Selain itu, ingin mempelajarai cara mengelola TPI dan PPP agar bisa optimal. Sebab, TPI dan PPP di Kabupaten Tuban selama ini belum dikelola secara maksimal.

“Kami ke Rembang, ingin tahu bagaiman mengelola TPI yang baik dan optimal,” jelasnya.

Komisi B DPRD ke Kabupaten Rembang

Sementara itu, Kabag Keuangan, Pemkab Rembang, Rusdianto menerangkan, Rembang ini merupakan kabupaten yang terletak di Pantai Utara Propinsi Jawa Tengah. Luas wilayah sekitar 1.014 Kilometer dengan panjang garis pantai 63 kilometer. 35 persen dari luas wilayah Kabupaten Rembang merupakan kawasan pesisir seluas 355,95 kilometer. Dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Rembang, 6 diantaranya berada di tepi laut.

Sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan. Kabupaten Rembang mempunyai sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dapat dikembangkan, diantaranya perikanan, pariwisata, pertanian, perindustrian atau perdagangan, kehutanan dan juga pertambangan.

Dari sektor tersebut, perikanan mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap Kabupaten Rembang terutama dalam mendapatkan Pendapatan Daerah untuk mengelola daerah sebagai implementasi dari UU No 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Oleh karena itu, sektor ini menjadi unggulan bagi Kabupaten Rembang.

Guna mendukung perkembangan di sektor perikanan, di Kabupaten Rembang sendiri terdapat 14 TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan secara aktif beroperasi ada 11 TPI yang tersebar di 6 kecamatan di sekitar kawasan pesisir Kabupaten Rembang.

“Yakni, di wilayah Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang,” ungkapnya.

Sedangkan, hampir 60 persen hasil perikanan di Kabupaten Rembang berasal dari Kecamatan Rembang. Adapun cara menghitung debit air kolam dbudidaya Pelabuhan Rembang yang terletak di Desa Tasik Agung, merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan yang ada di Kabupaten Rembang. Kegiatan utamanya melayani perikanan dari mendaratkan kapal di dermaga, bongkar-muat kapal, ikan diangkut untuk dilelang di TPI.

Melihat potensi PPP Tasik Agung yang selalu ramai dan aktif dalam kegiatan lelang, menunjukkan jika sektor perikanan semakin meningkat. Hal itu terlihat dari produksi ikan pada 2008 yaitu 18.824.167 kilogram dengan 4.260 kapal yang masuk di PPP Tasik Agung.

Keadaan pada saat ini PPP Tasik Agung memiliki 2 TPI, dan kedua TPI tersebut dapat menampung banyaknya produksi ikan yang dilelang. Tetapi pada 10-15 tahun mendatang dilerkirakan prasarana tersebut tidak dapat menampung dan memberikan pelayanan yang maksimal.

Kendati demikian, sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), fasilitas yang ada sekarang ini dirasa belum memadai. Masih cukup banyak fasilitas yang belum tersedia di Pelabuhan Tasik Agung baik fasilitas pokok, fasilitas fungsional, maupun fasilitas penunjang. Ada beberapa fasilitas yang belum tersedia dan sebagian beberapa fasilitas yang sudah tersedia tetapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ada beberapa bangunan sudah tidak mendukung, bangunan yang ada sudah tua, rapuh, dan kotor,” timpalnya.

Selain itu, kurang tersedianya fasilitas di pelabuhan perikanan pantai Tasik Agung ini dikhawatirkan akan mengurangi jumlah kapal yang berlabuh. Sehingga, secara tidak langsung mengurangi jumlah Pendapatan Daerah (PD). Dari fenomena yang ada, maka perlu adanya perencanaan kawasan pelabuhan agar tahun kedepan menjadi lebih baik.

“Pelabuhan di Rembang akan terus dilakukan inovasi. Caranya memiliki fasilitas yang memadai bagi nelayan dan produksi ikan, dengan tujuan menjadi kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai yang representatif baik secara kualitas maupun kuantitas,” pungkasnya.(Salam)

Link Banner