Penerapan Sistem Odol, Sehari 70 Kendaraan di Tilang

oleh -

Wartawan: Salam/Afif

Tuban, Tabloidnusacom-Penerapan sistem Over Dimensi Over Loading (ODOL), yang dimulai per 1 Agustus 2018, secara menyeluruh di Indonesia ternyata berbuah manis.

Pasalnya dalam sehari saja Jembatan Timbangan yang berada di Desa Mino, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, yang menjadi salah satu jembatan percontohan sejak pukul 07.00. Sudah ada 70 kendaraan yang ditilang oleh petugas.

Dari 70 kendaraan yang di tindak, 5 kendaraan dengan muatan di atas 100 persen akan dibongkar dan 6 lainnya yang diberikan peringatan khusus untuk segera dilakukan pemotongan kendaraan. Kepala Satuan Pelayanan UPPKB Widang, Mulyadi YM menjelaskan, untuk kendaraan yang wajib dibongkar. Petugas akan menghubungi pihak perusahaan untuk segera di bongkar.

Namun jika pihak perusahaan tidak bersedia atau keberatan maka, bisa mengunakan jasa bongkar muat sekaligus menyewa kendaraan lain. Dengan sekswensi mereka harus membayar jasa. Untuk bongkar dan kirim ke wilayah Surabaya mereka dikenakan denda sebesar Rp 3 juta rupiah.

Sedangkan untuk mekanisme tilang, para sopir di minta untuk membayar uang jaminan denda sebesar Rp 500 ke Bank BRI. “Setelah mereka membayar maka kita akan berikan kuitansi tilang, sampai proses sidang di gelar di pengadilan setempat,” jelasnya.

Jika denda tilang tidak mencapai 500 ribu, maka uang hasil jaminan akan dikembalikan ke mereka. Penerapan Odol sendiri menurut nya. Sebagai upaya pemerintah agar bisa menekan angka Kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Tentunya sebagai wilayah percontohan di Jawa Timur.

Tuban akan memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat. Namun Sanki ini tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut logistik, seperti Beras Bulog ini diberikan keleluasaan selama satu tahun. Sistem ini diberlakukan mengingat truk pengangkut beras menyangkut hajat masyarakat banyak.

Terkait dengan ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Jika dalam perjalan penerapan ini ada saja para sopir yang membandel maka, saksi tegas dari kepolisian akan diberlakukan.

“Kebijakan disiplin ini diterapkan, menyusul masih banyaknya kendaraan berat yang mengangkut muatan berlebih tanpa melihat kondisi jalan. Apa lagi jika hal ini di biarkan maka sudah pasti dapat menguntungkan pihak perusahaan,” tambahnya.(Lam/Fif/Im).