Pengalihan Lalu Lintas Akibat Jembatan Ambruk, Jasa Tambal Ban dan Rumah Makan “Menjerit”

oleh -402 views
Jasa tambal ban di Widang sepi

Tuban-Sejak ambruknya jembatan Babat-Widang membuat penghasilan jasa tambal ban dan rumah makan di sepanjang jalan raya Tuban-Widang menurun drastis. Hal ini ditenggarai adanya pengalihan arus lalu lintas kendaraan berat ke jalan dandeles, Senin (23/04/18).

Karena pengalihan arus sontak berdampak sangat besar bagi jasa tambal ban dan rumah makan. Pasalnya, kendaraan besar yang biasanya berlalu lalang melintas di jalan pantura sekarang dialihkan ke jalan alternatif.

Hal itu dirasakan Nanang (33), salah satu jasa tambal ban truk yang berada di Desa Compreng, Kecamatan Widang. Ia merasakan dampak sangat besar hingga penghasilannya turun drastis hingga 50 persen.

“Sejak ambruknya Jembatan Babat dan pengalihan arus lalu lintas membuat pendapatan mengalami penurunan sampai 50 persen,” ujar Nanang.

Pria yang sudah merintis usaha sejak tahun 2009 itu menjelaskan, terkait pendapatan yang biasanya perhari mendapatkan penghasilan Rp 150 hingga 200 ribu. Kini setelah terjadinya musibah ambruknya jembatan tersebut hanya mendapatkan Rp 50 sampai Rp 70 ribu perhari.

“Turun mas pendapatannya,” timpalnya.

Senada disampaikan Mulyono (39) salah satu jasa tambal ban di Desa Mrutuk, Kecamatan Widang menyampaikan, setelah adanya pengalihan arus lalu lintas membuat usaha tambal ban miliknya makin sepi.

“Semoga perbaikan jembatan yang ambruk cepat selesai dan berjalan dengan semula,” harapnya.

Kasrun pemilik warung yang berada di Compreng, Kecamatan Widang juga mengaku jika saat ini usahanya turun drastis. Bahkan, lebih sering tutup karena rata-rata pelanggannya berasal dari pengendara truk.

“Lebih sering tutup mas, karena truk lewat jalur utara,” pungkasnya.(Salam)