Penjual Terompet Marak, Pembeli Sepi

oleh -

PILIH TEROMPET : Seorang Pembeli saat Memilih Terompet yang Dijual di sekitar Alun-Alun Tuban

TUBAN – Merayakan tahun baru tak lengkap tanpa meniup terompet. Begitulah sebagian orang meyakini. Entah sejak kapan dan siapa yang memulai, bahwa menyambut tahun baru harus dengan menipu terompet. Namun, kebiasan bertahan hingga ini.

Pergantian taun 2017 ke 2018 tinggal beberapa hari lagi. Nampaknya, kebiasaan meniup terompet itu masih akan terjadi. Beberapa hari terakhir, penjual terompet sudah mulai bermunculan. Salah satunya di sekitar kawasa alun-alun kota.

Salah satunya Parjo (65), pria asal Wonogiri, JAwa Tengah di sudah mulai berjualan terompet sekitar 10 tahun lalu. Dia datang ke alun – alun Tuban sejak Sabtu(23/12/17) kemarin. Namun dia merasakan minat pembeli terompet di Tuban masih sepi.

‘’Masih sepi, setiap harinya hanya laku 10 sampai 20 terompet saja ujar,’’ ujarnya.

Sejak 10 tahu lalu itu, setiap tahunnya dia selalu datang ke Tuban untuk mengadu nasib di sekitar alun- alun. Dia tidak sendirian datang ke Tuban, karena ada enam pedagang lainnya yang satu kecamatan dengan dia.
‘’Kami berenam yang kebetulan satu kecamatan,’’ tambahnya.

Kondisi sama juga diungkap Parso (35). Setiap hari juga tak lebih dari 15 terompet dagangannya yang laku. Harga jual terompet bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu rupiah.
‘’Kalau tidak habis saya bawa pulang lagi,’’ katanya.(salam)

Link Banner