Pererat Ukhuwah Kemenag Kunjungi Warga Muallaf

oleh -24 views
KUATKAN UKHUWAH : Perwakilan Kemenag Kunjungi Keluarga Muallaf

Wartawan: Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Persaudaraan dalam islam (ukhuwah) harus terus dijalin. Juga persaudaraan selama manusia. Terlebih pada pihak yang layak dibantu. Dikunjungi, dikuatkan dan diberi bantuan adalah sebuah bentuk perhatian yang bisa dilakukan.

Itulah yang dilakukan Kemenag Tuban pada keluarga Juwok (64). Perempuan ini, bersama keluarganya baru beberapa waktu lalu resmi masuk Islam. Keluarga Juwok dan ibu Sri Rahayu  tinggal di Desa Bogorejo Kecamatan Bancar kabupaten Tuban.

Kamis (11/4/2019) keluarga Juwok dikunjungi rombongan dari kantor Kemenag Tuban itu. Bukan hanya silaturahmi, tapi juga menyerahkan bantuan.

Juwok masuk Islam bersama 4 anggota keluarga lainnya. Yakni Bagus Setiyo Rahayu, Widji Lestari dan Sutomo yang sebelumnya beragama Budha. Sedangkan satu keluarga lainnya ibu Sri Rahayu (54 tahun) dan kakaknya ibu Adem (75 tahun) yang sedang menderita penyakit stroke,  dulunya keluarga ini memeluk agama Kristen.

Kepala Kantor Kemenag Tuban Sahid  diwakili Penyelenggara Syariah, Drs. Mashari, M.Ag dengan didampingi Kepala KUA Kecamatan Bancar Ainul Yaqin dan tokoh agama setempat Kiai Haramain.

Selain untuk memberikan dukungan dan bersilaturrahim, Mashari  juga menyampaikan motivasi beragama dan bantuan berupa peralatan salat, sembako dan uang, yang diambilkan dari dana UPZ Kemenag Tuban.

“Alhamdulillah ibu berdua beserta keluarganya mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Semoga tetap dalam keadaan iman dan islam sampai akhir hayat,’’ harap Mashari.

Menurut dia, kedatangannya juga untuk  menindaklanjuti laporan pemberitahuan dari kepala KUA Bancar dan tokoh agama setempat bahwa ada warga Bancar yang muallaf. Di samping melaporkan, juga ada permohonan bantuan, mengingat dua keluarga ini tergolong keluarga yang  tidak mampu.

Juwok sehari-hari adalah  petani, dan Sri Rahayu berdagang kecil-kecilan sambil membiayai perawatan kakaknya Adem yang menderita stroke. Pria asal Lamongan ini berharap agar keluarga muallaf ini terus dalam menjalankan syariat dan mendalami Islam.

‘’Kami mohon kepada kepala KUA untuk membantu membimbing keluarga ibu Juwok dan ibu Sri Rahayu untuk terus mempelajari Islam,’’ pintanya.

Sementara Kiai Haramain menceritakan awal masuknya ibu Adem dan ibu Sri Rahayu  masuk Islam.

‘’Berawal dari  kami ngaji di musala yang kebetulan waktu itu kami menerangkan tentang kematian dan alam akhirat setelah kematian. Kebetulan bu Adem mendengarnya, beliau menangis dan menyatakan masuk Islam,’’ terangnya. (yon)

 

Link Banner