Persoalan Pemuda Harus Dipecahkan

oleh -123 views
CARI SOLUSI : FGD untuk Membedah Persoalan Pemuda dan Mencari Solusinya

TUBAN – Rasa nasionalisme pemuda mulai turun akhir-akhir ini. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dan fasilitas yang dibutuhkan, seperti fasilitas pendidikan, serta masih kurangnya peluang pekerjaan mengakibatkan berkurangnya produktifitas.

Secara nasional bisa memperlambat laju perkembangan. Hal itu bisa menimbulkan berbagai problem di tengah masyarakat. Dan, pelan-pelan akan merugikan bangsa.

‘’Hal inilah yang menjadi problem kita bersama. Karenna itu, kami mengundang semua stake holder di Bumi Wali Tuban untuk mendiskusikan persoalan ini, ‘’ ujar Ahmad Shohib, S.Pd dari Lembaga Study dan Advokasi Lingkungan (eL-SAL) Tuban.

Dia menerangkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban tahun 2016, jumlah pemuda usia 15 tahun ke atas sebanyak 897.601 jiwa. Yang sudah bekerja sebanyak 584.743 (67,18 persen), sementara yang belum bekerja sebanyak 18,296 (3,03 persen). Selebihnya masih sekolah 59.588 jiwa, mengurus rumah tangga 193.381 jiwa, lain-lain 41.593 jiwa.

‘’Kami mengumpulkan multipihak untuk bersama-sama mengurangi permasalahan ini melalui pengembangan potensi yang dimiliki oleh para pemuda. Agar para pemuda punya tempat menyalurkan potensi yang dimiliki,” tambahnya.

Pada kesempatan iru, sebagai narasumber ada  Joko Hadi Purnomo (Akademisi), HM. Miyadi, S.Ag, MM (Ketua DPRD Tuban), Dr. Ir Budiwiyana, M.Si (Sekda Pemkab Tuban).

Sebagai peserta hadir sejumlah organisasi kepemudaan, seperti KNPI, Karang Taruna, GP Ansor dan IPNU-IPPNU. Juga PMII, HMI, Pemuda Muhamdiyah dan lainnya. Beberapa LSM juga hadir, di antaranya Fitra Jatim, KPR, Jarkom Desa, IDFos dan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Tuban.

Focus Group Discussion (FGD) seperti inilah yang dibutuhkan gunan membantu pemerintah merumuskan program atau penanganan biar tepat sasaran,” kata Nasirul Umam Ketua KNPI Tuban.

Sementara Budiwiyana berterimakasih pada semua kalangan yang peduli perkembangan dan kemajuan Kabupaten Tuban, dengan cara mencari akar permasalahan serta mencarikan solusi terbaik.

“Terimakasih, kami sangat terbantu dengan hal semacam ini. Semoga ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep, agar kami bisa mensinergikan dengan program pemerintahan,” katanya. (rizqi)